Sambut Dulur HIMMABA 2020: Lebih dekat dengan HIMMABA



 


Setiap kelompok masyarakat mempunyai sistem penamaan kelompok diri yang beraneka ragam. Ada kelompok masyarakat yang mencantumkan nama keluarga atau marga baik didepan maupun belakang ada pula yang tidak. Ada yang mencantumkan nama suku atau klan, ada pula yang mencantumkan gelar kebangsawanan dan ada pula yang mencantumkan sebutan panggilan misalnya dengan sebutan teman, rekan, kawan, sedulur, sahabat, kanda, dan lain sebagainya. 

Dalam HIMMABA pada umumnya tidak mencantumkan nama marga, suku, atau kebangsawanannya, namun lebih kepada sebutan panggilan sedulur (untuk laki-laki) dan seduluri ( untuk perempuan ). 

Landasan jalinan persaudaraan ini terbentuk karena berbagai faktor. Bagi para perantau jika di tempat barunya bertemu orang sedaerah dan sesuku sering kali menjadi akrab melebihi saudara sendiri. Terlebih jika bertemunya di luar daerah maka rasa persaudaraan bisa lebih kental lagi. 

Sama dasarnya seperti itu kata sedulur dan seduluri muncul, yang mana para santri alumni bahrul ulum khususnya yang melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa/i di wilayah malang entah dia mondok, ngekos, ngontrak rumah atau pun bermukim dengan cara lainnya maka dia disebut sebagai sedulur/i agar lebih akrab dan saling memiliki khususnya dalam lingkup keluarga besar himmaba. 

Meruntut dari kaidah diatas sedulur/i memiliki makna yang sangat mendalam dimana istilah yang biasa dinamakan teman atau bahkan orang yang tidak kita kenal sama sekali saat di pondok dulu bisa menjadi seorang saudara bahkan ada yang bisa lebih dekat dari keluarga/saudara kandung kita sendiri. 

Sehingga seiring dengan berjalannya waktu berjalan berdampingan bersama sedulur/i akan terbentuk sebuah pola atau narasi baru yang mana akan ada saatnya kita sebagai sesama sedulur/i untuk susah dan senang bersama secara ikhlas demi nama baik almamater kita. Seperti pepatah lama mengatakan, temanmu yang sejati adalah yang mau ikut menangis bersamamu, bukan yang mendekat saat engkau tertawa gembira. Teman yang seperti inilah kadang kedekatannya melebihi saudara. 

Walaupun mungkin terkadang ada banyak sedulur/i yang memiliki banyak kesibukan dan kepentingan lainnya sehingga sulit untuk bertemu dan duduk bersama bersambat ria dengan secangkir kopi karena padatnya agenda dalam menuntut ilmu ataupun lainnya, setidaknya sapalah sedulur/i mu dimana saja yang mana mereka juga lahir dan besar dari dalam rahim pendidikan yang sama dan guru yang sama juga walaupun terkadang ada yang berasal dari madrasah atau ma’had yang berbeda tapi kita masih tetap satu bahrul ulum dan satu himmaba.

Pada acara "Sambut Dulur HIMMABA 2020" yang dilaksanakan pada hari kamis, 26 November 2020 banyak nasihat yang disampaikan oleh pembina Himmaba yaitu Ustadz Saiful. salah satu yang menarik adalah "banyak temana-teman alumni Bahrul Ulum yang melanjutkan pendidikannya di kota Malang yang notabene adalah kota metropolitan setelah Surabaya. Maka dari itu, ambillah seluruh pengetahuan dan ilmu di kota ini. jangan puas hanya sampai sarjana, lanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Seperti yang sudah sukses saat ini Rektor UM Pak Rofiuddin, Walikota Malang Pak Sutiaji" tutur Ustadz Saiful. 

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa alumni Bahrul Ulum yang masih mengenyam pendidikan di Malang terutama mahasiswa baru yang baru mencicipi nuansa kota Malang. Tak lupa banyak dari alumni yang turut berpartisiapsi pada kegiatan ini. Meskipun dilaksanakan melalui via google meet karena masa pandemi, kegiatan ini berlangsung dengan lancar dari awal sampai akhir

Iqbal (Div. Kaderisisasi Himmaba 2020)



Comments