Urgensitas Pengembangan Pembelajaran Melalui Gaya Pesantren Ala Bahtsul Masa’il


Pendidikan adalah sarana usaha sadar dalam mewujudkan lingkungan belajar yang tersistem, programatis dan berjenjang. Pada proses pembelajaranya diharapkan murid diharapkan mampu menggali potensi yang ada pada dirinya sehingga dapat mempunyai kecerdasan dan keterampilan. Sebagai lembaga pendidikan misalnya madrasah memiliki berbagai tanggung jawab yang konsisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai suatu institusi yang disusun untuk menuntun murid agar mampu mengembangkan apa yang perlu dikembangkan dengan cara-cara lingkup pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan cultural.
Semangat belajar yang menurun diantaranya karena yang disampaikan terlalu banyak dan penyampaiannya kurang melibatkan murid sehingga seperti hanya satu arah, berangkat dari sini seorang guru wajib melakukan akulturasi budaya murid tentang materi yang disampaikan dengan menilik lebih jauh lagi bahwa ternyata pengembangan pembelajaran pada sekarang ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat diantara model-model pembelajaran sudah dimodifikasi dengan berbagai strategi agar mampu mengembangkan kemampuan untuk berfikir aktif dan kreatif dalam proses belajar, Slameto (2010:97)
Madrasah merupakan satuan lembaga formal pada tataran salah satu institusi pendidikan yang berpotensi besar dalam mengembangkan pemikiran dan membantu murid mencapai perkembangan pengertahuannya. Layanan pendidikan dimadrasah selalu diarahkan kedalam sebuah pendidikan yang mampu dilaksanakan sebaik mungkin termasuk adanya fasilitas yang optimal. Dibawah pengawasan seorang tenaga pendidik yang ahli dalam pemberian penyampaian materi secara inteletualitas dan moralitas. Berkaitan dengan kualitas strategi yang dilakukan di madrasah basis gaya pesantren sangat efektif, sehingga diharapkan nantinya dengan strategi pengembangan pembelajaran bahtsul masail ini mampu meningkatkan semangat belajar yang bagus dengan memahami urgensitas pengembangan pembelajaran melalui gaya pesantren ala Bahtsul Masa’il.
Bahtsul masail adalah tradisi intelektual yang sudah lama berdiri. Kegiatan berupa adanya pembagian kelompok dalam memecahkan sebuah permasalahan agar menemukan titik keputusan yang paling kongkrit secara dasar yang sudah ada. Hal ini merupakan praktek dikalangan muslim khususnya Nahdlatul ulama’. 
Bahtsul Masail merupakan sebuah forum kajian hukum Islam di lingkungan pondok pesantren. Dalam forum ini dibahas berbagai problematika sosial, kenegaraan, hukum fikih, hal-hal kontemporer dan berbagai bidang lainnya yang mengambil sumber sesuai dngan dasar hukumnya dengan tetap memperhatikan konteks permasalahan  zaman serta menimbang kemaslahatan masyarakat luas. Namun dalam pembahasan pada obyek ini adalah tentang bagaimana membuat sebuah pola dan strategi yang mampu meningkatkan semangat belajar melalui gaya kepesantrenan seperti bahtsul masail dalam mata materi pembelajaran sehingga urgensitas pengembangan pembelajaran melalui gaya pesantren ala Bahtsul Masa’il sangatlah dibutuhkan. Karena hal ini adalah salah bentuk kontribusi konstruktif untuk memecahkan masalah-masalah aktual kontemporer juga mengedepankan sikap tengah-tengah dan hati-hati dalam mengambil kesimpulan atas suatu permasalahan sedang dibahas, sehingga bisa dikatakan mirip dengan musyawarah atau diskusi  hanya saja memiliki cara yang lebih tersusun secara sistematis.
Konteks pelaksanaannya selalu mengedepankan perdebatan argumentatif dengan berorientasi pada dasar yang benar termasuk ada kebebasan berpendapat dan menyanggah pendapat satu sama lain. Sebuah pengembangan pembelajaran bahtsul masail ini diterapkan harapannya agar terjadi pembelajaran dengan gaya pendekatan kebiasaan lingkungan sehari-hari dikalangan madrasah yang menjadi faktor utama agar minat belajar dalam menangkap materi menyerap dengan baik sehingga urgensitas pengembangan pembelajaran melalui gaya pesantren ala Bahtsul Masa’il adalah nilai lebih tersendiri pada proses pembelajaran yang solutif di kalangan madrasah di lingkungan pesantren.

DAFTAR RUJUKAN

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT 
Renika Cipta

Soeleiman Fadeli. 2008. Antologi NU: Sejarah istilah amaliyah. Surabaya: Khalista

Penulis:
Ahmad Mufid
Mahasiswa Pascasarjana UM
Ketua Himmaba cabang 2016-2017

No comments:

Biasakan Berkomentar.
(Komentar Anda Merupakan Kehormatan Bagi Kami) - Terima Kasih

Powered by Blogger.