Jangan Hanya Sibuk di Dunia Maya!


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”
      Kalimat yang diucapkan oleh Bung Karno tersebut tampaknya memiliki daya magis tersendiri. Tiap menjelang tanggal 10 November sudah bisa dipastikan bahwa beranda media sosial akan dipenuhi unggahan foto beserta sepaket caption yang merujuk pada kalimat populer dari Bung Karno.
      Barangkali unggahan foto dan caption bijak tentang hari pahlawan bisa dimaknai sebagai manifestasi kecintaan pada para pejuang dari berbagai kalangan yang gugur 73 tahun silam. Rasa cinta yang teramat dalam diwujudkan dalam selebrasi paling sederhana; meramaikan jagad media sosial. Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah “sesederhana apa perjuangan para pahlawan hingga kita hanya menghargainya lewat lima sampai enam baris keterangan unggahan foto?”
        Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan sibuk mengunggah foto dan rentetan “tradisi” saat hari besar nasional, termasuk hari pahlawan. Dunia maya memang butuh hal-hal positif semacam itu untuk kemudian tidak dipenuhi dengan berita bohong atau ujaran kebencian. Jauh lebih penting dari itu, dunia nyata sedang membutuhkan tindakan riil dari para individu; yang dicanangkan sebagai generasi emas 2045 mendatang.

       Unggahan yang riuh di media sosial sudah selayaknya dibarengi dengan tindakan-tindakan nyata; yang merupakan representasi “menghargai para pahlawannya”. Penghargaan terhadap para pahlawan dapat dilakukan di berbagai aspek. Menekuni suatu bidang keilmuan, kemudian menjadikannya bermanfaat adalah salah satu contoh menghargai pahlawan. Bagi santri dan alumni pondok pesantren, melestarikan budaya kepesantrenan dan turut andil dalam menebarkan kedamaian adalah bentuk penghargaan bagi para pejuang; yang salah satunya dari kalangan ulama.
      Berbicara tentang hari pahlawan, semoga seluruh individu di bumi pertiwi ini mampu menghargai pahlawannya dengan sebenar-benar penghargaan. Tak kalah penting dari itu, penghargaan terhadap para pahlawan yang gugur di medan perang haruslah sesuai dengan kondisi teraktual. Menghargai para pahlawan di zaman ini bukan lagi dengan mengangkat senjata untuk perang, tetapi lebih pada memanfaatkan Indonesia ini untuk menebar kemanfaatan dan perdamaian.

Oleh: Hikmah Imroatul

No comments:

Biasakan Berkomentar.
(Komentar Anda Merupakan Kehormatan Bagi Kami) - Terima Kasih

Powered by Blogger.