Basic Training and Leadership HIMMABA UM: sedikit lelah banyak adiktif



KH. Najib Wahab, putra KH. Abdul Wahab Hasbullah pernah ngendiko, “Jogoen lan rumaten adik-adikmu seng ono nde Malang.” kurang lebih begitu beliau berpesan, sekaligus untuk seterusnya dimana dawuh beliau menjadi salah satu alasan HIMMABA ada sampai sekarang. Kiranya dawuh tersebut merupakan sebuah pesan yang subliminal, yang menguatkan Pengurus HIMMABA Komisariat UM untuk menyegerakan Basic Training and Leadership (BTL). Mengeratkan perseduluran agar mahasiswa baru ini berkenan untuk menyebut HIMMABA sebagai rumah pertama mereka selama berada di Malang. Tanpa banyak retorika, Sedulur Nadal selaku Ketua Komisariat UM segera membentuk kepanitiaan untuk BTL ini.

Ya, memang betul kalau dikata BTL itu semacam upacara sentimentil yang mempertemukan orang yang sekian minggu tidak pernah bertemu (di rutinan malam jum’at), tapi mendadak banyak yang ikut karena: acaranya di villa Batu. Dipilih tanggal 27 Oktober, berangkat pukul 12 siang. Sebanyak tiga belas peserta yang siap untuk berpartisipasi, datang dengan semangat dan alasan yang sudah tidak lagi dibilang elegan: ‘Acaranya udah gratis, masa kita gak berangkat.’ Meskipun sempat mengalami kendala yang sudah jadi hal biasa, panitia pada akhirnya dapat menyelesaikan kendala yang datang di siang itu. Berkumpul di jalan Surabaya, tiga belas seduluri beserta panitia yang setia mendampingi segera diberangkatkan dengan kendaraan len menuju villa Tlekung Batu.

Sudah sampai di tempat, beberapa panitia yang datang lebih dulu telah menyiapkan kamar yang cukup comfortable, beserta makan siang untuk peserta, panitia dan pengurus dari HIMMABA Cabang yang telah datang. Cukuplah kiranya untuk memenuhi amunisi sebelum akhirnya peserta disuguhi materi.

Dimulai dari materi pertama bertajuk ‘motivasi’ yang diasuh oleh Ning Nila dan Ning Ina, peserta mulai disulut semangatnya sebagai bincangan pembuka dari rangkaian kegiatan inti BTL ini. Mengambil judul motivasi merupakan upaya yang dapat dipilih panitia untuk mengangkat semangat mahasiswa yang which is masih baru menapaki kampus. Tidak salah kalau mengajak nawaning yang sejak di MMA dan bahkan saat di HIMMABA, memiliki gaya bicara yang lugas dan santai, untuk melucuti semangat seduluri mahasiswa baru di kegiatan BTL tahun ini. Memasuki sore yang sudah mulai petang, akhirnya kedua pemateri pamit untuk menutup materi pertama.

Tidak berhenti sampai di ‘motivasi’, usai makan dan sholat isya’, peserta berkumpul kembali di aula untuk materi selanjutnya. Dimana materi kedua ini merupakan inti dari beberapa materi yang disuguhkan, yakni ke-HIMMABA-an yang diasuh oleh Mas Aan, selaku pembina HIMMABA Komisariat Universitas Negeri Malang. Dari materi ini, kalau boleh panitia menyimpulkan secara garis besar bahwa sebagai alumni Bahrul Ulum, jadikan HIMMABA ini sebagai wadah seni mengembangkan orang lain, melalui kepemimpinan dan organisasi yang terstruktur dan berpedoman.

Sebelum pelaksanaan BTL, panitia sempat dibuat bingung untuk memikirkan solusi agar acara ini tidak terkesan murni sebagai pelatihan kepemimpinan. Bagaimana caranya mengcover kegiatan ini agar menjadi kegiatan yang menarik sekaligus upaya persuasif agar sedulur seduluri yang masih fresh graduate dari Bahrul ‘Ulum ini dapat menyerahkan konsistensinya untuk HIMMABA. Sampai akhirnya panitia sepakat untuk mengagendakan brainstorming dengan mbakar jagung bareng. Terwujud sudah rencana panitia untuk bakar-bakar jagung sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama. Meskipun brainstorming harus ditunda dari rundown karena beberapa alasan. (Gapapa, yang penting bakar jagung gratis, mylov.)

Minggu, 28 Oktober 2018.

“Semangat, panitia!”, pagi-pagi ketupel BTL, Seduluri Lia mencoba dengan gampang-gampang susah membangunkan panitia dan peserta untuk diajak berkegiatan pagi yang asique. Pukul 
07.00, ketiga belas peserta ditemani panitia untuk jalan jalan dan senam pagi ala penjaskes. Disamping itu, panitia juga sudah menyiapkan game berupa first impression dan kepruk kendil. Momen first impression mengajak semua orang yang terlibat untuk memberikan kesan pertama. Masing-masing peserta membawa foto terbaique, dan diberikan secara random untuk dituliskan apa saja kesan pertama saat bertemu orang tersebut. Siapa saja dapat bebas dan sesuka hati menulis kesan pertama. Oleh karena itu, banyak hal yang terkadang tidak sesuai. Namanya juga first impression. Tahu begitu, ada saja yang tidak terima saat di samping fotonya ditulis ‘gendut’, ‘makannya banyak’, ‘cerewet’ dan lain sebagainya. Namun itulah momen dimana game ini menjadi suatu wadah yang komunikatif sebagai penghubung persaudaraan semua anggota di keluarga HIMMABA.

Usai sarapan, materi ketiga dibuka. Mengusung pesan berupa Administrasi dalam Organisasi  HIMMABA, kali ini diampuh oleh Seduluri Shoimah, yang pernah menjabat sebagai sekretaris HIMMABA Komisariat Universitas Negeri Malang. Seduluri Shoimah menjelaskan, bahwa di setiap organisasi memiliki pedoman administrasi yang berbeda-beda. Sesi ini mengupas semua yang berkaitan dengan administrasi, mulai surat menyurat, teknik penulisan, dan lain sebagainya. Acara ini ditutup pada pukul 10.00 setelah sesi tanya jawab selesai.

Selanjutnya, sebelum BTL resmi ditutup, acara diambil alih oleh ketua komisariat. Sedulur Nadal membuka wadah untuk menampung segala masukan dan kritik konstruktif yang kiranya dapat digunakan sebagai refleksi untuk kegiatan HIMMABA Komisariat UM kedepan. Sekaligus mewakili segenap pengurus dan panitia untuk mengucapkan terima kasih atas partisipasi untuk mengisi weekend dan segan untuk hadir di acara HIMMABA. Setelahnya, sedulur Reza selaku Ketua Umum HIMMABA memberikan brainstorming kepada peserta, sekaligus menutup seluruh rangkaian acara dengan ikrar anggota HIMMABA.  
(*)

Terima kasih untuk semua elemen yang turut membantu terselenggaranya kegiatan BTL, keluarga HIMMABA baik pembina, alumni, pengurus cabang dan pengurus komisariat Universitas Negeri Malang yang ikhlas membiayai, dan panitia yang dengan kerja kerasnya memberi bukti.

Serta terima kasih untuk siapa saja yang sudah segan membaca features ini beserta kekurangan-kekurangan di dalamnya. Salaamun qoulan min rabbir rahiim. /ferguso

No comments:

Biasakan Berkomentar.
(Komentar Anda Merupakan Kehormatan Bagi Kami) - Terima Kasih

Powered by Blogger.