MAULID NABI, Memperingati Kelahiran Lagi

MAULID NABI, Memperingati Kelahiran Lagi

MAULID NABI, Memperingati Kelahiran Lagi
Oleh: 'Abd Al Haris Al-Muhasibiy (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Gemuruh derap gajah.
Melangkah ke arah Ka'bah.
Sergah dengan kuasa.
Pimpinan Abrahah.

Belum lagi sampai.
Burung ababil hancurkan mereka.
Gajah dan pasukan Abrahah.
Semua binasa.
Berkat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seiring kelahiran Nabi kita.
Muhammad putra Abdillah.
Aminah ibu kandunganya.
Lahir termasuk yatama.
Ayah wafat sebelum kelahirannya.

Muhammad pengembala.
Memegang amanah.
Tanpa cela.
Semua percaya.
Terutama Khotijah.
Seorang janda kaya raya.
Kemudian menjadi isterinya.

Muhammad terima wahyu pertama.
Di gua hiro di Makah.
Perintah membaca.
Dia seru tidak bisa.
Akhirnya mengikuti juga.
Membaca dengan nama Rabbnya.

Muhammad berdakwah.
Gerakan di bawah tanah.
Belum leluasa.
Akhirnya hijrah ke Madinah.

Muhammad dirikan negara.
Madinah bercahaya.
Bangun budaya.
Dengan peradaban kota.
Tertata dan terbina.
Semua sama.
Tanpa beda.

Muhammad taklukkan Makah.
Dengan perjanjian Hudaibiyah.
Damai antara.
Mukmin dan penduduk Makah.
Meski sebagian kecewa.
Karena dicegah ke Makah.

Muhammad kepala negara.
Berhasil luar biasa.
Tokoh dunia.
Tiada bandingnya.

Muhammad Nabi kita.
Diperingati hari lahirnya.
Mengenang pejuang agama.
Kepala Negara Madinah.
Teladan manusia.
Tua dan muda.
Laki-laki dan wanita.
Agar bisa menirunya.

Bungurasih, 23 Des 2015

No comments:

Biasakan Berkomentar.
(Komentar Anda Merupakan Kehormatan Bagi Kami) - Terima Kasih

Powered by Blogger.