AIR MATA CINTA, Peringatan Maulid Rasulillah

AIR MATA CINTA, Peringatan Maulid Rasulillah

AIR MATA CINTA, Peringatan Maulid Rasulillah
Oleh: 'Abd. al-Haris al-Muhasibiy (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Apakah karena ingat tetangga di negeri dzi salam sana.
Engkau deraikan air mata bercampur darah duka.

Ataukah karena hembusan angin terarah lurus dari jalan kadhimah.
Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham.

Kenapa kedua matamu tetap meneteskan air mata.
Padahal engkau telah berusaha membendungnya.
Dan kenapa hatimu senantiasa gundah gulana.
Padahal engkau telah menghiburnya.

Apakah orang yang dimabuk cinta menyangka.
Bahwa api cinta telah ditutupi nyalanya.
Di antara tetesan air mata.
Dan hati yang terbakar membara.

Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu.
Tak mungkin engkau mencucurkan air matamu.
Meratapi puing-puing kenangan masa lalu.
Berjaga mengenang pohon ban dan gunung yang kau rindu.

Bagaimana engkau dapat mengingkari cinta.
Sedangkan saksi adil telah menyaksikannya.
Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara.

Oh...Muhammad Rasulillah.
Engkau dambaan hamba.
Cintaku selama-lamanya.

Bungurasih, 1 Jan 2016

Catatan.
Disadur dari terjemahan Burdah.

No comments:

Biasakan Berkomentar.
(Komentar Anda Merupakan Kehormatan Bagi Kami) - Terima Kasih

Powered by Blogger.