SPESIAL: 5 hal yang berubah di AD-ART HIMMABA

PERDEBATAN: Deklarasi Songgoriti dil Kongres HIMMABA VII melahirkan pro kontra HIMMABA Pusat 


Terlaksananya Kongres HIMMABA IX kemarin menghasilkan beberapa hasil yang tergolong baru bagi organisasi sebagaimana sesuai dengan prediksi dari redaksi Himmaba.com sebelumnya. Guna sebagai pemahaman apa saja beberapa pembahasan yang lahir dari Forum Tertinggi HIMMABA tersebut, spesial bagi pembaca Himmaba.com akan kami paparkan 5 hal utama yang berubah di AD-ART HIMMABA. Simak.

1. Nama
Setelah pro dan kontra istilah HIMMABA Pusat hingga berdampak munculnya FORMABU sebagai induk organisasi mahasiswa alumni PPBU akhirnya secara resmi statuta HIMMABA menafikan istilah Pusat alias bernostalgia dengan istilah pengurus Cabang sebagai komando tertinggi HIMMABA se Malang Raya. Pada periode sebelumnya (Nizar Cs) kepengurusan memang telah memakai nama HIMMABA cabang bahkan dilantik oleh FORMABU yang baru terbentuk. Akan tetapi dalam AD-ART HIMMABA saat itu tetap tertulis HIMMABA Pusat dan SK kepengurusan HIMMABA Pusat dikeluarkan oleh panitia Kongres VIII mengingat FORMABU bersama HIMMABA gagal menggelar kongres istimewa sebagai penyesuaian AD-ART HIMMABA dengan FORMABU.

Dengan terlaksanakan forum tertinggi HIMMABA tersebut, akhirnya secara resmi HIMMABA memutuskan untuk dependen kepada strutural Bahrul 'Ulum melalui Badan Otonom IKABU yang tidak lain adalah FORMABU sendiri. Alhasil istilah AD-ART tergantikan oleh PD-PRT dan sistem pengangatan tidak lagi memakai SK dari panitia Kongres (KONFERCAB: Sekarang) melainkan dari FORMABU langsung.

2. Keanggotaan
Setelah tak ada pemisah antara orang yang berjasa pada HIMMABA termasuk alumni dengan mahasiswa non Bahrul 'Ulum yang aktif di HIMMABA. Akhirnya secara resmi keanggotaan HIMMABA berubah, alumni dan orang yang berjasa digolongkan anggota istimewa sementara mahasiswa non alumni Bahrul 'Ulum yang aktif dimasukkan pada kategori anggota luar biasa yang merupakan istilah anggota baru. Sementara dua keanggotaan lainnya tetap memiliki makna sama yaitu anggota kehormatan dan anggota biasa.

3. Struktur organisasi
Secara resmi strutur organisasi HIMMABA berubah mengikuti keputusan pengembalian istilah HIMMABA Cabang, dimana FORMABU sebagai induk organisasi HIMA /IMA BU merangsep pada jajaran pelindung HIMMABA bersama para masyayikh PPBU, Yaysan PPBU, serta IKABU.

4. Forum organisasi
Mengingat istilah AD-ART tergantikan oleh PD-PRT yang harus merujuk pada AD-ART FORMABU sebagai acuan utama seluruh HIMA / IMA BU akhirnya memberi efek samping pada penamaan forum HIMMABA. istilah Kongres HIMMABA yang merupakan forum tertinggi organisasi tergantikan oleh istilah Konferensi Cabang (KONFERCAB), sementara istilah Konferensi HIMMABA sebagai forum tertinggi Komisariat HIMMABA direvisi menjadi Konferensi Komisariat (KONFERKOM). Sementara dua istilah lain Kongres Istimewa dan Konferensi Istimewa digantikan oleh KONFERCAB Luar Biasa dan KONFERKOM Luar Biasa, adapun istilah musyawarah tetap dipakai sebagai forum bersifat insidentil.

5. Identitas organisasi
Ditambahnya lagu wajib organisasi HIMMABA yang tiada lain adalah Hubbul Wathon menjadi hal baru yang lahir dalam Kongres HIMMABA. Selain itu penambahan kode 7 dalam KTA HIMMABA untuk kampus-kampus yang tidak dipaparkan (selain UM, UIN, UB, ITN, UMM, POLTEK) menjadi pelengkap berubahnya identitas HIMMABA.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Dan Perbedaan Adat, Kebudayaan, dan Peradaban

8 Permasalahan Dalam Pengembangan Silabus SQL

Pandangan Islam Mengenai Harapan