Opini : Gaya Kepemimpinan Abnormal

Gaya kepemimpinan Abnormal

    Dalam sebuah kepemimpinan, janganlah bagi kita terlalu ber-wishfull thinking , dimana seorang masyarakat mengidealisasikan tokoh pemimpin dengan sebutan gagah perwira, bagus, berkepribadian sekokoh banteng, memiliki mata magnetis dan atribut lainnya yang terlalu muluk.

    Yang paling penting bagi kita adalah :
  1. Seorang pemimpin yang baik dan bijaksana dengan penuh kemanusiaan
  2. Tidak menempatkan individu-individu yang egois dan overambisius, yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi dan gila kekuasaan
  3. Tidak membela bahkan mengangkat pemimin yang tidak mengemban tanggungjawab
Struktur masyarakat modern di dalam sebuah negeri “beriklim” demokratis memungkinkan tiap individu yang sangat ambisius untuk menduduki kursi kepemimpinan. Dalam hal ini, orang yang berambisius melakukan penonjolan diri terhadap hal-hal yang mereka anggap sulit dan di luar kemampuannya. Usaha ini bisa saja berhasil dan diselimuti dengan mental superior mereka, akan tetapi orang bersangkutan juga bisa merasakan kegagalan yang memperlihatkan keasliannya.

Efesiensi kepemimpinan jangan diukur hanya dengan kriteria material, finansial, dan produktifitas yang menguntungkan bagi suatu kelompok, namun lebih dikaitkan kepada tujuan manusiawi dan keterampilan sosial baik antara atasan dengan bawahan ataupun dengan kelompok lain.

Orang-orang yang memiliki ambisius dan egois tinggi dalam memimpin tidak akan dapat membudayakan kehidupan lembaga atau kelompoknya. Sebab, mereka akan:

a.    Merusak iklim psikis yang baik
b.    Menurunkan produktivitas dan semangat kerja
c.    Menambah frustasi anggota
d.    Menimbulkan banyak konflik
e.    Menyebabkan keresahan sosial

Hendaknya para pemimpin memahami bahwa ketika ada rakyatnya yang bertingkah laku menyimpang secara sosial, abnormal penampilannya, dan kriminal tindakannya, supaya dicari penyebab kondisi yang menurut para ahli merupakan situasi sosial yang diciptakan sendiri oleh pemimpin tersebut.

Napoleon pernah berkata, “there are no bad soldiers, only bad officers.” Ketidakmampuan soerang pemimpin melakukan fungsinya, ditambah dengan perangai yang buruk, dan egoisme, akan memunculkan suasana tidak sehat di tengah anak buahnya. Sehingga akan terjadi tidak patuh, tidak disiplin, dan bertindak kriminal.

Oleh:  Syahdean Awifa R  (Koord. Div. Humas HIMMABA Koms UIN Maliki 2014-2015)

No comments:

Biasakan Berkomentar.
(Komentar Anda Merupakan Kehormatan Bagi Kami) - Terima Kasih

Powered by Blogger.