Tak ada yang Minat, Salah Siapa?

Tak ada yang Minat, Salah Siapa?
Kaderisasi yang mulai surut akhir-akhir ini menjadi sebuah pembicaraan yang menarik di setiap organisasi, terlebih organisasi mahasiswa. Beberapa kegiatan mulai surut serta kegiatan yang mengalami stagnasi. Meskipun kita harus menghargai sejarah, tapi improvisasi serta eksplorasi sangat dibutuhkan dalam menunjang kemajuan organisasi tersebut.

Disusul dengan minat mahasiswa baru yang kian menurun mengikuti organisasi mahasiswa, zaman yang semakin modern seakan-akan membuat mereka lupa bahwasannya organisasi dikalangan mahasiswa itu penting. Mereka hanya sibuk didunia maya yang akhirnya mereka terkesan autis yang sangat jarang mempedulikan orang disekitarnya. Lha wong seng nang sandinge ae gak direken, opo maneh seng adoh?.

Sebenarnya tidak sepenuhnya salah mahasiswa baru yang tidak berminat ikut organisasi karena dunia ini yang semakin modern, tapi perlu dilihat lagi apakah dari internal organisasi tersebut yang memang tidak diminati. Karena, ada beberapa faktor yang kemudian menjadi timbulnya minat yang kurang.

Banyak sekali faktor yang menjadikan organisasi itu tidak diminati oleh mahasiswa, tapi disini saya akan menjelaskan beberapa saja yang menjadi faktor utama menurunnya minat mahasiswa  terhadap organisasi tersebut. Pertama, kualitas pelaku di organisasi tersebut. Demi tercapainya tujuan organisasi tentunya diperlukan orang-orang ataupun kader-kader yang memiliki kualitas bagus. Nyatanya, pada hari ini semakin banyak para pelaku organisasi itu yang hanya pandai berbicara hal-hal yang tidak penting, jarang melakukan diskusi dengan sesama anggota organisasi maupun antar organisasi.

Ditambah lagi, para pelaku organisasi tersebut sangat minim prestasi akademik. Mengaku sebagai organisatoris, akhirnya jarang masuk kuliah dengan alasan kegiatan organisasi yang ternyata hanya berakhir di warung kopi. Selain itu, mereka tidak memiliki skill yang menonjol dalam bidang tertentu yang seakan-akan mereka ikut organisasi tanpa mengikuti kegiatan itu secara detil tapi kuliah pun jarang.

Kedua, kurangnya SDM yang bagus. Sehingga, roda kepengurusan organisasi tersebut tidak berjalan efektif dan efisien serta terjadi stagnasi pada organisasi tersebut yang akhirnya berimbas pada menejemen organisasi yang kian terpuruk. Selain itu, banyak program-program organisasi tersebut tidak terarah. Sehingga, mahasiswa-mahasiswa tidak mengerti apa pentingnya ikut organisasi karena kurangnya komunikasi daan kurangnya penyampaian informasi tentang organisasi tersebut. Hal itu yang mungkin menjadikan kurangnya minat mahasiswa untuk ikut organisasi.

Ketiga, kepentingan ideologi yang fanatis. Menjadi salah satu anggota organisasi memang harus mencintai organiasi tersebut dan tentunya memberikan yang terbaik untuk organisasi. Akan tetapi, fakta menunjukkan adanya idelogi terhadap organisasi yang terlalu fanatik malah menjadikan blunder terhadap perkembangan organisasi. Imbasnya, pelaku organisasi hanya akan mengedepankan kemenangan organisasi tanpa pandang bulu. Baik dalam hal politik, sosial, bahkan kaderisasi yang akhirnya menjadikan kader-kader saling membenci. Pembacaan dan diskusi menjadi ajang rasan-rasan untuk membicarakan kelemahan tanpa memperhatikan tujuan.Karna kepentingan ideologi itulah yang menjadikan mahasiswa-mahasiswa enggan mengikuti organisasi. Jika kita mencintai organisasi, maka cintailah kekurangannya untuk menutupinya bukan untuk menjadikan organisasi itu sesuai apa yang kita mau hanya gara-gara kepentingan ideologi.

Keempat, lain-lain. Kenapa lain-lain? Karena faktor ini murni dari mahasiswa itu sendiri. Entah malas, entah tak mau repot, entah beda fokus, yang jelas banyak sekali faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk enggan mengikuti organisasi.

Bagi dulur-dulur HIMMABA khususnya, mari kita lihat pada diri organisasi kita ini. Apakah HIMMABA seperti ini? Apakah HIMMABA mulai enggan diminati? Apakah HIMMABA mulai turun kualitas dan SDMnya? Apakah HIMMABA sudah tidak jelas arah geraknya? Mari kita membaca diri...

Muhammad Zaim Affan, S. Pd. I – Wakil Ketua HIMMABA Komisariat UIN Periode 2012

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Dan Perbedaan Adat, Kebudayaan, dan Peradaban

8 Permasalahan Dalam Pengembangan Silabus SQL

Pandangan Islam Mengenai Harapan