TIR HIMMABA : Solusi Pintar, Tes Jadi Lancar

Bimbingan Tes Training Intensif Ripenmaru (TIR) 2014 adalah Bimbingan Tes Jalur Mandiri Yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Malang Alumni Bahrul 'Ulum (HIMMABA) untuk mempermudah menghadapi tes Jalur Mandiri UIN Maliki Malang

HIMMABA : Antara Kebosanan dan Nostalgia

Organisasi sejenis alumni pondok pesantren seperti HIMMABA patut untuk dipertahankan keberadaanya pada level perguruan tinggi.

Pengurus HIMMABA UIN Periode 2014 Resmi Dilantik

HIMMABA sebagai organisasi mahasiswa tentu memerlukan proses regenerasi

M. Masyhur : Komunikasi yang Terpenting

Pada eL-OMt kemarin (02/03) salah satu pemateri yang diundang untuk mengisi materi adalah M. Masyhur. Beliau merupkan ketua umum HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang periode 2005.

Diskusi HIMMABA : Urgensitas dan Fungsi Pendidikan

Atmosfir keintelektualan sangat kuat membahana tatkala sedulur/i HIMMABA melakukan kegiatan DIKA (diskusi dan kajian).

Selasa, 18 November 2014

Fungsi PAUD Nggak Cuman Satu


Mendidik anak dari usia ini itu memang sangat penting. Kita bisa menanamkan hal-hal yang positif terhadap anak dari usia dini. Seperti yang sudah saya bahas pada artikel saya sebelumnya, bahwa anak usia dini adalah berada pada masa “golden age”. Apa yang mereka lihat itulah yang mereka tiru, children see children do. Pada masa ini juga mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dan cepat menyerap pengetahuan. Maka alangkah baiknya jika sejak dini mereka sudah diajarkan hal-hal yang positif

Pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan hal-hal yang positif kepada anak tapi juga berfungsi sebagai adaptasi, soialisasi, pengembangan, bermain dan ekonomik (Uyu Wahyudin dkk 2011, P.11). Di sekolah PAUD tentunya mereka (AUD) akan berkenalan dengan hal-hal baru. Di sinilah peran pembimbing dan orang tua anak usia dini untuk bagaimana agar mereka bisa melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan serta menyesuaikan diri dengan keadaan dirinya sendiri.

Lantas bagaimana dengan sosialisasi dan perkembangan anak usia dini? Pada dasarnya anak usia dini sangat menyukai bermain karena di usia mereka, yang ada dalam otaknya hanyalah bermain. Namun, bermain itu sendiri hakikatnya merupakan hak anak sepanjang rentang kehidupannya. Melalui  kegiatan bermain anak akan mengeksplor dunianya serta membangun pengetahuannya sendiri. Dari bermain juga otak mereka akan terbiasa mengeluarkan ide-ide kreatif yang bisa mengembangkan berbagai potensi mereka.

Dalam mengajarkan semua hal terhadap anak usia dini kita harus bisa kreatif dan menarik perhatian mereka. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik itu fisik mapun psikis. Oleh karena itu, jenis kegiatan pembelajaran yang menarik dan asyik hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak. Misalnya bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain Menurut Uyu Wahyudin dan Musbiar Agustin dalam bukunya “Penilaian Perkembangan AUD” bahwa, melalui bermain kita bisa mengajak anak untuk bereksplorasi, menemukan dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya dengan menggunakan media yang menarik bagi anak.

Lingkungan juga sangat berpengaruh dalam pembelajaran anak usia dini. Terutama design tempat pembelajaran. Sebisa mungkin tempat pembelajaran di design seuai dengan selera anak-anak yang bisa memuat mereka betah dan nyaman saat pembelajaran berlangsung. Design kelas yang penuh dengan benda-benda pastinya akan sangat membantu anak untuk memenuhi rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya.

Dalam kegiatan pembelajaran kita bisa menggunakan apa saja sebagai media pembelajaran, salah satunya adalah alam. Akan lebih baik jika medianya adalah alam sekitar, jadi mereka bisa langsung melihat secara real. Alam memiliki 3 aspek penting untuk perkembangan anak usia dini yaitu: untuk menemukan jati diri secara kolektif, memiliki ruang terluas untuk dieksplorasi dan mengoptimalkan peran pendidik untuk pendampingan anak didiknya.

Pendidikan anak usia dini ini merupakan pendidikan yang terncana untuk anak yang akan sangat menguntungkan pada setiap rentang perkembangannya, karena pendidikan ini dilakukan pada masa golden age yang akan memberikan keuntungan berlipat ganda. Pendidikan ini merupakan peletak dasar bagi perkembangan selanjutnya.

 

Senin, 17 November 2014

PENYEBUTAN MANUSIA DALAM AL-QURAN



Dalam menunjuk manusia, Al-Quran menggunakan tiga kata. Ketiga katsa tersebut diantaranya adalah, yang pertama, kata yang menggunakan huruf alif, nun,  dan sin, bisa berbaca insan, ins, nas, atau unas. Yang kedua adalah dengan menggunakan kata Basyar. Sedangkan yng terahir adalah menggunakan kata Bani Adam atau Dhuriyat Adam.

Dalam menyebutkan Al-Insan Al-Quran menyebutkan sebanyak 56 kali, ins (إنس) sebanyak 11 kali, unas (أناس) sebanyak 5 kali, anasiyy (أناسي) sebanyak 1 kali, insiyy (إنسي) sebanyak 1 kali dan kata Al-nas (الناس) sebanyak 179 kali. Salah satu ayat yang menyebutkan kata insane tersebut adalah ayat yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ .

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-Hajj [22]: 5)

Kemudian dalam menyebutkn kata al-Basyar (البشر), ditemukan telah disebutkan sebanyak 37 kali dlam Al-Quran. dengan rincian 36 kali menyebutkan kata tunggal dan satu kali menyebutkan kaa tastniayah atau dual. Salah satu ayat yang menyebutkan kata Basyar adalah ayat yang berbunyi :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29)

sedangkan Kata  bani Adam  disebutkan al-Quran sebanyak 7 kali, di antaranya dalam surat al-A’raf (7): 26, 27, 31, dan 35. Dalam QS. al-A’raf (7): 31.

Berdasarkan ayat yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ .
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-Hajj [22]: 5)

Ini digunakan sebagai penjelasan tentang esensi manusia. Yang mana hal tersebut dapat kita lihat pada makna dari ayat di atas, yang menjelaskan bagaimana awal ula diciptakannya manusia dan bagaimana Allah telah mengatur kehidupan manusia. 

Selain menjelaskan awal mula penciptaan manusia kata Al-insan dalam ayat ini juga menjelaskan manusia secara fisik. Yang hal tersebut dapat kita lihat pada kata “kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya “ .
Sedangkan dalam ayat yang menunjukan kata basyar yaitu ayat yang berbunyi:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29)

Ini menjelaskan tentang eksistensi manusia. dapat kita lihat pada makna ayat diatas, dimna selain menjelaskan tentang awalmula penciptaan manusia, ayat tersebut juga menjelaskan penyempurnaan dalam penciptaan manusia, selain itu juga menjelaskan tentang peniupan ruh, dan perintah untuk bersujud kepada allah. Hal itu menunjukan bahwasanya hidup manusia itu di motori oleh ruh, bukan hanya jasad atau fisik saja, dan dalam hidup manusia mempunyai tugas yang diembanya yaitu bersujud kepada Allah. 

Selain itu kata baysar juga mengandung sebuah makna yang berartikan sebuah sifat-sifat manusia, yang oleh kalangan umum biasanya dikenal sebagai sifat basyariah, yang mana sifat basyariah itu berarti sebuah sifat manusia yang didorong oleh kebutuhan manusia tersebut.

Dari penelaahan dari kata basyar ini dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwasanya pembahasan tentang manusia itu tidak hanya berkutat pada fisiknya saja namun ada dimensi lain dalam diri manusia yaitu dimensi akal, dan ruh. Dimana kedua dimensi ini sama-sama memiliki andil dalam mengendalikan jasad atau fisik  manusia. Dimensi-dimensi tersebut juga yang menjadikan sebuah perbedaan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya.
 Yang terahir adala penyebutan kata bani adam. Penyebutan kata bani adam adalah untuk menrangkan manusia secara historis, dimana secara historis semua manusia di dunia ini sama, yakni keturunan Adam yang lahir melalui proses secara biologis (QS. al-Sajdah [32]: 8).

Pengarahan dan Komunikasi Dakwah

    Pengarahan merupakan salah satu dari unsur-unsur manajemen secara umum, hal inilah yang pada akhirnya membuat unsur ini dianggap sebagai salah satu unsur yang urgent dalam sebuah proses menajemen termasuk dalam manajemen dakwah sendiri. Oleh karena itullah perlu adanya sebuah pemahaman yang mendalam tentang bagaimana memberi suatu pengarahan secara baik dan tepat sasaran, sehingga tujuan dari suatu hal direncanakan dari awal dapat tercapai dan terealisasi.

    George R Terry seorang tokoh manajemen menyebut pengarahan dengan istilah Actualinng. Menurutnya Actuating sendiri merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi (kelompok) dan sasaran anggota-anggota organisasi (kelompok) tersebut.

    Menurut George R. Terry sebelum melewati tahapan Actuating seorang manajer perlu melakukan tahapan Plaining (    Perencanaan), tahap ini seorang manajer dituntut harus mempunyai sebuah pemikiran kedepan tentang tujuan serta langkah-langkah dan prosedur-prosedur yang harus ditempuhm setelah melalui tahapan awal inilah seorang manajer memasuki tahapan baru yaitu tahapan Organizing (pengorganisasian), barulah setelah melewati  tahapan kedua ini seorang manajer akan memasuki tahapan yang utama dalam sebuah proses manajemen, dalam hal ini yaitu tahapan Actuating. Setelah tahapan ini terealisasi maka seorang manajer akan memasuki tahapan terakhir yaitu Controling atau dalam kata lain memberi penilaian / evaluasi.
    Tahapan Actuating merupakan hal yang vital bagi proses berjalannya suatu manajemen, hal ini dikarenakan sukses dan lancarnya suatu kegiatan yang telah direncannakan tergantung pada tahapan ini. Jika dalam penerapannya amburadul, kacau, dan tidak terstruktur dengan baik maka suatu kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya tentu akan terancam tidak terealisasi atau terealisasi namun melenceng dari suatu target yang diinginkan. Selain itu ke-vitalan unsur ini didasari oleh fitrah manusia bahwa manusia merupakan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial manusia tentu membutuhkan bantuan sesamanya dalam segala bentuk kehidupan termasuk dalam manajemen dakwah sendiri. Hampir  tak ada manusia yang dapat menjadikan dirinya tanpa bantuan orang lain. Demikian pula, tak ada bawahan (anggota) yang mampu bekerja tanpa bantuan dari orang lain (manajer/pemimpin). Hampir seluruh hidupnya, dalam suatu kelompok (organisasi), anggota selalu perlu sebuah petunjuk dan bimbingan dari pimpinan suatu sistem kelompok /organisasi, baik secara langsung, maupun secara norma yang tertulis.   

    Sebenarnya selain mempunyai arti Pengarahan, dalam Actuating juga mempunyai arti penggerakan. Kedua hal tersebut sebenarnya tidak bisa dipisahkan mengingat dalam suatu proses penggerakan juga memerlukan sebuah pengawasan. Kesinambungan kedua hal inilah yang membuat George R. Terry mengambil istilah Actuating dimana didalamnya terdapat unsur pengarahan dan penggerakan.

    Dalam proses dakwah, penggerakan merupakan realisasi rill yang di wujudkan dalam kegiatan operasional. Penggerakan dakwah itu merupakan fungsi yang secara langsung meminta pengorbanan setiap dai untuk melaksanakan tugasnya sebagaimana ditentukan oleh leader dakwah itu. Penggerakan dakwah sebagai mekanisme prosesing merupakan kegiatan nyata dalam usaha mewujudkan tujuan dakwah yang telah dirumuskan sebelumnya. Oleh karena itulah dalam menerapkan proses penggerakan perlu adanya pengarahan dan motivasi serta komunikasi yang baik oleh leader  dakwah. 

         Sama halnya dengan langkah setiap orang dalam kehidupannya, pengarahan pun dioperasikan memiliki tujuann tertentu. Secara umum tujuan suatu pengarahan yang ingin dicapai pada setiap organisasi / kelompok adalah sebagai berikut:
  1. Menjamin Kontinuitas Perencanaan. Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normatif dalam pencapaian tujuan. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana dan tujuan yang ditentukan sebelumnya. Adanya suatu pengarahan dilakukan untuk menjamin kelangsungan perencanaan. Artinya, perencanaan yang yelah ditetapkan meskipun memiliki sifat fleksibel namun prinsip yang terkanung didalamnya harus tetap dijamin kontitunitasnya.
  2. Membudayakan prosedur standar. Melalui pengarahan diharapkan bahwa prosedur kerja yang telah ditetapkan sebelumnya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga lambat laun akan menjadi sebuah kebiasaan. Apabila sudah menjadi kebiasaan diharapkan dapat mebudaya dilingkungan sistem itu sendiri.
  3. Membina disiplin kerja. Tujuan lain perlunya pengarahan adalah agar terbiasa disiplin kerja dilingkungan organisasi. Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma, nilai, dan peraturan alam dalam melakanakan hak dan kewajibanya.
  4.  Membina motivasi yang terarah. Penerapan fungsi pngarahan juga memiliki tujuan untuk membina motivasi para anggota yang terarah. Maksudnya adalah agar para anggota dapat melakanakan pekarjaan sambil dibimbing  dan diarahkan untuk menghindari kesalahan prosedur yang dikhawatirkan berdampak pada terealisasinya suatu program / kegiatan.

    Proses pengarahan (Actuating) berkaitan erat dengan sebuah langkah yang harus ditempuh / diakukan secara  bersama. Oleh karena itu dalam mengarahkan sebuah langkah seorang manajer tentu harus mempertimbankan mana langkah yang baik dan mana langkah yang tidak baik, hal ini selain untuk pertimbangan tercapainya tujuan bersama secara efektif juga sebagai perwujudan taqwa kepada Allah SWT, sebagaimana Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 104 yang artinya:

“ dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104)

Kaitannya dengan actuating surat Ali Imron ayat 104 mengandung beberapa term yang termasuk dalam isu-isu manajemen dakwah. Pertama adalah kata ummatun, kata ummah merujuk pada teamwork atau kelompok yang terorganisir yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari manajemen. Kedua adalah kata yad’uu yang berarti mengajak, dalam hal ini adalah mengajak pada sebuah tujuan yang akan dicapai bersama. Ketiga adalah kata ya’muruuna,memberikan dan menjelaskan perintah untuk melaksanakan tujuan-tujuan organisasi yang telah dituangkan dalam sebuah perencanaan. Ketiga adalah kata yanhauna, selain memberikan perintah actuating juga mencakup pada koreksi atau memberikan rambu-rambu mengenai hal-hal yang harus dicegah sebagaimana dalam kata yanhauna.

    Perlu ditekankan lagi bahwa permasalahan pengarahan (Actuating) berkaitan erat dengan sesama manusia, hal inilah yang membuat unsur ini menjadi unsur yang paling kompleks dan paling sulit diterapkan dalam sebuah proses manajemen. Penggerakan manusia merupakan hal yang sulit, mengingat setiap manusia tentu memiliki perasaan, fikiran, harga diri, serta tujuan hidup yang berbeda. Oleh karena itulah dalam sebuah proses pengarahan yang dilakukan oleh leader membutuhkan sebuah Komunikasi yang baik dan terarah.

    Komunikasi merupakan sesuatu yang urgent dalam kehidupan umat manusia. Oleh karenanya, kedudukan komunikasi dalam islam menapat tekanan yang cukup kuat bagi manusia sebagai anggota masyarakat dan sebagai mahluk tuhan. Dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang menggambarkan tentang proses komunikasi. Salah satu diantaranya adalah dialog yang terjadi pertama kali anatar Allah SWT, malaikat, dan manusia. Dijelaskan dalam surat Al Baqarah : 31-33 yang artinya:

31. dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

32. mereka menjawab: "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana’

33. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka Nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka Nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS Al Baqarah: 31-33)

    Komunikasi dalam bahasa Inggris Communication berawal dari bahasa latin Communicatio yang berarti “sama makna”. Secara sederhana Komunikasi dapat didefiniksikan sebagai proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan akhibat tertentu. Kegiatan komunkasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan secara sederhana.

    Komunikasi merupakan hal yang urgen dalam sebuah pengarahan pada sebuah proses manajemen, kesalahan sedikit saja yang timbul dari kesalahan komunikasi atau karena komunikasi yang kurang sempurna tentu akan berdampak pada efektivitas program kerja yangah dirancang sebelumnya, mengingat dalam pengarahan berhadapan langsung dengan manusia dimana komunikasi yang baik dibutuhkan untuk menyambung sebuah pemahaman terhadap job deskripsi setiap indiviu.

    Secara sederhana, dapat ditegaskan bahwa objek kajian komunikasi dakwah adalah peran dan fungsi komunikasi yang terlibat dalam proses dakwah. Hal ini dapat dijelaskan berangkat dari objek material komunikasi dakwah adalah manusia sebagai sasaran dakwah. Sedangkan objek formalnya adalah segala proses komunikasi dapat berperan maksimal dalam pelaksanaan dakwah. Dengan memahami komunikasi dakwah, maka kita dapat menentukan langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap tantangan dalam proses berdakwah, mengetahui dampak negatif, dan menghindarinya.

    Howarld D Lasswel mengemukakan tiga alasan daar yang menjadi penyebab mengapa manusia berkomunikasi: Pertama, hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya, Kedua komunikasi merupakan upaya manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya, dan Ketiga merupakan upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi.
   

Kamis, 13 November 2014

Resmi: KH Wahab Hasbullah Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional


KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Kepastian tersebut disampaikan KH Hasib Wahab, salah satu putra KH Wahab Hasbullah, Rabu (5/11/2014).

Menurut Gus Hasib – panggilan KH Hasib Wahab - kabar bahwa Kiai Wahab telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Bahkan Kementerian yang dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU tersebut juga menyampaikan bahwa tanggal 8 November 2014, ahli waris diundang ke Istana Negara Jakarta, untuk menerima Surat Keputusan (SK) Presiden tentang penetapan Kiai Wahab sebagai Pahlawan Nasional.

“Enam anaknya Mbah Wahab yang masih hidup diundang semua, salah satunya saya,” ujarnya, Rabu (5/11/2014).

Dikatakan salah satu Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kiai Wahab memang sangat layak mendapat gelar Pahlawan Nasional. Selain merupakan salah satu pendiri NU, Kiai Wahab juga banyak berkontribusi dalam perjuangan, baik sebelum kemerdekaan Republik Indonesia maupun sesudah kemerdekaan.

Bahkan sebelum mendirikan NU bersama KH Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab mendirikan Madrasah yang diberi nama Nahdlatul Wathan, yang berarti Bangkitnya Tanah Air.

 “Pendirian Nahdlatul Wathan ini merupakan bukti dari cita-cita Mbah Wahab untuk membebaskan bangsa dari penjajahan kolonial Belanda,” tegasnya.

Tidak hanya itu, ketika fatwa Resolusi Jihad dikeluarkan Rois Akbar PBNU KH Hasyim Asy'ari, dalam pertemua ulama dan konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, di kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) di Jalan  Bubutan VI/2 Surabaya pada 22 Oktober 1945, Kiai Wahab yang waktu itu menjadi Khatib Am PBNU bertugas mengawal implementasi dan pelaksanaan di lapangan.

Fatwa tersebut akhirnya menjadi pemantik pertempuran heroik 10 November, untuk mengusir Belanda yang ingin kembali menjajah dengan cara membonceng NICA alias Sekutu.

“Jadi, gelar Pahlawan Nasional memang sangat layak diberikan untuk Mbah Wahab,” imbuh Gus Hasib.
Apalagi usulan nama Kiai Wahab yang lahir di Jombang, 31 Maret 1888 dan wafat 29 Desember 1971, sebagai Pahlawan Nasional sebenarnya sudah dilakukan cukup lama. Gus Hasib menyebut, usulan pertama pada tahun 1989 atau ketika masa Orde Baru. Karena macet, akhirnya usulan kedua disampaikan tahun 2012 lalu.

“Yang mengusulkan Pemkab Jombang, PBNU Pusat, dan PCNU Jombang, juga para keluarga, kiai, dan ulama semua,” tukasnya.

Dari usulan tersebut, telah dilakukan beberapa kali seminar, uji publik, dan kajian sejarah untuk menguji layak tidaknya Kiai Wahab menjadi Pahlawan Nasional, dilihat dari peran sebelum, ketika maupun sesudah kemerdekaan. Mereka yang mengulas, antara lain, sejarawan Prof Anhar Gonggong, sejarawan NU Choirul Anam, dan PBNU.

“Nah, hasil kajian secara akademik dan ilmiah, kesimpulannya beliau memang layak ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” tegas Gus Hasib.

Khidmat Terhadap Pendidikan




“Sangkar Singa, Tidak Berisi Kucing”
   Prof. Dr. H. Imam Suprayogo

Sosok Prof. Imam Suprayogo jelas tidak asing bagi mahasiswa UIN Malang, seseorang yang dikenal mempunyai keahlian dalam komunikasi lisan tersebut tidak henti-hentinya terus mengajak dan memotivasi mahasiswanya. Tak luput pemuda menjadi topik bahasan yang selalu diceritakannya. Bagaimanapun kondisi Bapak yang pernah memimpin selama 16 tahun ini juga masih menyimpan gairah ke-pemudaan-nya. Pemuda atau pelaku muda tidak terbatas usia, bagi siapa saja yang mempunyai usaha dengan giat berarti dialah pemuda.

Pemimpin yang berhasil memecahkan rekor menulis selama 3 tahun lebih ini menjadi angin segar bagi kehidupan kampus sampai detik ini. Menurut Prof. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN SH Jakarta), “Prof. Imam pantas diberi apresiasi dengan tidak hanya konsistensi- nya menulis refleksi singkat dalam tulisan. Melainkan teks-teks monumental yang dia bangun berupa institusi UIN Malang itu sendiri”. Sehingga dua teks sekaligus selain teks tulisan, juga teks berupa wujud tindakan dan karya bangunan institusional.

Keinginan untuk terus mengabdi dan mengajarkan sesama manusia, utamanya yang membutuhkan seperti Mahasiswa. Terus menjadi kegiatan yang mesti dilakukannya. Hal ini dibuktikan dengan selalu datangnya jikalau diundang dalam berbagai kegiatan, baik seminar maupun pengajian. Selama tidak ada kegiatan yang memang benar-benar penting untuk tidak dapat ditinggalkan. Dengan upaya pembangunan Institusi yang besar ini, harapan sangkar singa terwujud. Maksudnya ketika sangkar singa ini dibangun otomatis dihuni oleh singa, bukan kucing. Jadi, ketika UIN ini besar otomatis akan melahirkan intelektual-intelektual tangguh. Bagaikan kekuatan dan kegarangan singa yang dimaksudkannya.

Semakin lengkap bahwa semua upaya yang dilakukan sebagai bentuk khidmat terhadap pendidikan. Secara umum maksud pendidikan menurut Guru Besar UIN malang ini adalah bermanfaat bagi yang lainnya. Tidak terbatas hanya murid-murid yang belajar di kampus yang pernah ia pimpin, melainkan semua unsur kehidupan. Khairun Naas Anfa’uhum Linnas tidak hanya sebatas teoritis belaka namun lebih bersifat praktis. Andaikata beberapa pemahaman berkaitan dengan kemanfaatan bagi yang lain ini dilakukan, maka permasalahan yang ada di Negara Indonesia ini utamanya pendidikan akan cepat selesai. 

Terobosan-terobosan yang dilakukan tidak tanpa teladan, kita tetap ingat ketika Prof. Imam memberikan dengan ikhlas semua gaji semasa menjadi rektor, agar yang lainnya juga menginfakkan sedikit gajinya untuk pembangunan, bantuan pembiayaan bagi warga miskin dan beberapa mahasiswa yang membutuhkan. Semua ini dilakukan guna lancarnya proses penyelenggaraan pendidikan islam yang akrab dijuluki Kampus Ulul Albab. Tidak tanpa resiko, semua yang dilakukan mempunyai tingkat resiko yang tinggi. Namun semua resiko yang ada tidak membuat Prof. Imam lantas mengurungkan impiannya.

Dari sinilah kita sebagai pemuda patut meneladani segala bentuk upaya bermanfaat yang sudah dilakukan oleh Prof. Imam. Prof. Imam sebagai pahlawan bagi institusi ini tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi segenap siapa saja yang sedang belajar dan mengenal beliau. Semua yang dilakukan semata-mata untuk pendidikan, pendidikan dengan orientasi kemanfaatan kepada yang lain. Membuat pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya beban berat yang harus di emban oleh disiplin keilmuan pendidikan saja. Semua proses inilah membentuk ruh kependidikan yang kemundian berlanjut pada sikap khidmat terhadap pendidikan. 

Oleh: M. Iwan Ihyak U (Anggota Div. Pengembangan Organisasi HMB Pusat)

“HIMMABA!!!” THANK’S LEDOK AMPRONG GATHERING NASIONAL HIMMABA 2014

Fight: Peserta Gathering Nasional HIMMABA IV


Teriakan “HIMMABA!!!” menggema ketika mengekspresikan kegembiraan anggota HIMMABA setelah ceremonial peutupan acara GATHERING NASIONAL HIMMABA 2014 di lokasi kegiatan. Kegiatan yang dihadiri sekitar 120 anggota itu meramaikan lokasi kegiatan. Pada lokasi GATNAS 2014 (Singkatan GATHERING NASIONAL) memberikan aura berbeda ketika pembukaan sampai dengan penutupan. Senang, gembira, sedih, susah, marah, “gelo”, “gerundel” dan sebagainya bercampur aduk. Alangkah hebatnya acara sebesar ini dengan tempat yang “istimewa” ini akhirnya sukses dengan teriakan simbol semangat para anggota HIMMABA yang mengkuti GATNAS 2014.

Acara GATHERING NASIONAL HIMMABA 2014 merupakan salah satu program kerja Pengurus HIMMABA Pusat periode 2014-2015 yang bertujuan untuk menggabungkan anggota HIMMABA antar Komisariat se-Malang Raya. GATNAS 2014 yang dilaksanakan pada hari Sabtu – Ahad / 8 – 9 November 2014 ini bertempat di Ledok Amprong Glugu Klakah Poncokusumo Malang.

Aliran sungai yang terdengar dan pemandangan yang indah menambah semangat para peserta GATNAS 2014 dan anggota HIMMABA. Pada ceremonial penutupan, para peserta membentuk ketua angkatan 2014. Abdurrohman NWU sebagai ketua angkatan komisariat UB dan UNISMA, Hafid sebagai ketua angkatan komisariat UM, serta Husain dan Elvin Nur Habibah sebagai ketua angkatan komisariat UIN. Ada lagi ketua angkatan se-Malang Raya 2014 yakni sedulur Faidul Qodir. Mereka terpilih menjadi ketua angkatan melihat dengan penuh semangat dan kesepakatan bersama.

GATNAS 2014 ini terbilang sukses. Melihat ke belakang, GATNAS 2 tahun lalu yang bertempat di Arboretum dan pada tahun 2013 bertempat di Pulau Sempu menjadi pijakan dan bandingan. Para panitia dan anggota HIMMABA angkatan 2010-2014, serta senioritas mengisi kesempurnaan kesusksesan acara ini. Adanya tuan rumah daerah setempat sedulur Aris Kurniawan sekeluarga menambah kelengkapan dan kelanancaran proses GATNAS 2014.

Kesuksesan ini semakin tampak dari kerja keras para panitia sebelum sampai dengan selesainya acara. Semakin sukses, acara GATNAS ini ternyata GRATIS. Itu menjadi keuntungan anggota HIMMABA peserta GATNAS lebih gembira dan lebih hemat.

Semoga GATNAS tahun depan lebih baik dan lebih seru dari GATNAS tahun ini. GATNAS 2014 SUKSES. Tetap semangat dulur!!!