TIR HIMMABA : Solusi Pintar, Tes Jadi Lancar

Bimbingan Tes Training Intensif Ripenmaru (TIR) 2014 adalah Bimbingan Tes Jalur Mandiri Yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Malang Alumni Bahrul 'Ulum (HIMMABA) untuk mempermudah menghadapi tes Jalur Mandiri UIN Maliki Malang

HIMMABA : Antara Kebosanan dan Nostalgia

Organisasi sejenis alumni pondok pesantren seperti HIMMABA patut untuk dipertahankan keberadaanya pada level perguruan tinggi.

Pengurus HIMMABA UIN Periode 2014 Resmi Dilantik

HIMMABA sebagai organisasi mahasiswa tentu memerlukan proses regenerasi

M. Masyhur : Komunikasi yang Terpenting

Pada eL-OMt kemarin (02/03) salah satu pemateri yang diundang untuk mengisi materi adalah M. Masyhur. Beliau merupkan ketua umum HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang periode 2005.

Diskusi HIMMABA : Urgensitas dan Fungsi Pendidikan

Atmosfir keintelektualan sangat kuat membahana tatkala sedulur/i HIMMABA melakukan kegiatan DIKA (diskusi dan kajian).

Senin, 22 September 2014

Permainan Poker dan Pemilik Modal


Permainan Poker

Permainan kartu atau yang lazim disebut sebagai kartu poker menjadi salah satu alternatif pengisi kekosongan dan sebagai bahan penghibur diri. Biasanya kartu ini digunakan ketika acara-acara kumpul bareng, yang pada akhirnya kebersamaan dan canda tawa turut ikut hadir ketika permainan poker ini digelar. Banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran dalam permainan poker ini yang pada nantinya akan dijelaskan satu persatu. Pelajaran yang kita dapatkan dilatarbelakangi dengan menggunakan sudut pandang keilmuan.
Ketrampilan
Ketrampilan yang dimaksud diatas adalah ketrampilan dalam segi strategi, meskipun permainan poker barangkali remeh. Namun terdapat strategi agar kita dapat dengan mudah memainkannya sehingga kemenangan berpihak pada pemain yang mempunyai strategi tersebut. Strategi yang dimaksud tidak hanya strategi kapan kita mulai mengeluarkan kartu yang paling rendah sampai pada yang ke-tinggi. Akan tetapi mempertimbangkan potensi kemenangan dan kekalahan. Hal tersebut dapat dilihat ketika sedang bermain, spekulasi-spekulasi muncul. Pemain tersebutlah yang mengetahui sebagian spekulasi sehingga dia dapat memastikan berapa prosentase kemenangan yang ia miliki. Meskipun ketrampilan ini diperoleh dari pengalaman seseorang yang mempunyai jam terbang tinggi dalam memainkannya. Dari kegiatan ini jika ditarik kesimpulan yang mengarah pada kehidupan, jelas manusia diharuskan memiliki skill guna survivalitas hidupnya. Ketrampilan yang dimaksudkan juga tidak mengarah pada keahlian profesinya, karena hal tersebut wajib dimiliki. Namun terlebih skill tambahan seperti halnya wawasan entrepreneurship, dan sejenisnya. Selain mendapati ketrampilan juga diharuskan untuk dapat membaca peluang. Sehingga dapat menjalani hidup dengan baik.

Pengambilan Keputusan
Selain ketrampilan, hal yang perlu dimiliki adalah pengambilan keputusan yang syarat akan kehati-hatian. Meskipun sebenarnya pengambilan keputusan ini menjadi bagian di dalam ketrampilan. Keputusan yang gegabah akan mendatangkan hasil yang kurang maksimal, kekalahan akan ia peroleh dengan cepat akibat pengambilan keputusan yang salah. Proses berfikir juga mempengaruhi keberhasilan dalam pengambilan keputusan. Apakah proses berfikirnya cepat ataukah lambat. Cepat lambat-nya proses berfikir juga tidak menjadi penting ketika peluang dan ancaman tidak diketahuinya. Maka dari itu kelihaian membaca peluang, serta mempertimbangkan turut menjadi suksesi dalam pemenangan permainan ini. Jelas adanya ketika kita kaitkan dengan kehidupan, bahwa pengambilan keputusan terjadi setiap hari dalam kehidupan kita. Entah keputusan yang mempunyai resiko ringan maupun berat. Akan tetapi pengambilan keputusan ini sangat penting dan merupakan penentu keberhasilan seseorang. Sehingga harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu selain berani dan cepat, tanggung jawab harus ada pada setiap pengambilan keputusan. 

Pemilik Modal
Akan tetapi dari segala ketrampilan yang ada selain strategi dan pengambilan keputusan. Yang perlu diperhatikan adalah besarnya nilai kartu yang ada, dalam permainan poker kartu yang paling tinggi nilainya adalah 2 yang disebut sebagai poker. Berbeda dengan permainan yang sejenis seperti seven, minuman dan remi. Nilai 2 justru paling kecil dihadapan kartu-kartu lainnya. Andaikata pemain memiliki kartu berangka 2, dia mempunyai peluang untuk menang. Selain angka 2 juga kartu-kartu yang bernilai tinggi seperti As, KQJ dan kartu yang nilainya sama (flaspoker, bom, 3 kartu yang sama). Dengan demikian secara tidak langsung pemain dengan kartu yang rata-rata bernilai tinggi, peluang menangnya juga semakin besar. Sama halnya dengan kenyataan di kehidupan ini, seseorang yang mempunyai uang akan cenderung lebih dapat melakukan apapun dengan menggunakan uangnya. Uang sama dengan kekuasaan, ya begitulah kira-kira pengertiannya. Karena memang antara benar dan tidak benar, karena sebagian orang menganggap bahwa seseorang yang mempunyai uang banyak dia juga leluasa melakukan apa saja. Di dunia perdagangan atau wirausaha orang yang mempunyai uang dapat dikatakan sebagai pemilik modal. Ia dapat menyalurkan uangnya dalam bentuk saham dengan tanpa bekerja ia sudah mendapati keuntungan yang melimpah. Dia juga dapat membentuk perusahaan dengan mencari pekerja-pekerja yang dapat ia andalkan. Sekali lagi ia menjadi penguasa di dalam perusahaannya. Sebaliknya anggapan bahwa tidak selalu orang yang punya uang banyak itu berkuasa, belum tentu juga ia bahagia dengan uang yang banyak tersebut. Bisa jadi dengan uang banyak tersebut justru membuat beban tersendiri bagi sang pemilik uang.

Namun terlepas dari pemilik modal ataupun tidak sama-sama beruntung. Bagi pemilik modal diuntungkan dengan adanya uang yang dimilikinya, sehingga dia akan dengan leluasa dan dapat dengan mudah memanfaatkan uang yang ada di genggamannya. Namun hal ini tidak menjadi peluang jika yang punya modal tidak mempunyai ketrampilan seperti diatas. Sebaliknya uang yang tidak punya modal (uang) juga beruntung, tidak harus punya uang untuk dapat sukses. Bisa jadi dengan kemampuan yang dimiliki akan menjadikan dirinya semakin berkembang dan maju. Kreatifitas ia pergunakan untuk memperoleh modal (uang), dengan demikian antara pemilik modal dan yang tidak punya modal posisinya sama.

By: M Iwan Ihyak U

Selasa, 16 September 2014

Kiai Wahab Ahli Debat Berbekal Fathul Mu’in


Mbah Wahab dalam kelompok Diskusi

Sebagai orang yang bergaul lintas batas, KH Wahab Chasbullah bertemu siapa saja. Dari rakyat biasa, pedagang, pemuka agama sampai politisi. Dalam pergaulan itu tak jarang ia harus berdebat dengan kalangan yang ditemuinya.

Menurut sejarawan Choirul Anam, Kiai Wahab sering bergaul dengan kelompok diskusi pendiri Budi Utomo, yaitu Indonesiche studieclub di Surabaya.

Malah, lanjut Choirul Anam, di kelompok diskusi itu, Kiai Wahab kerapkali menjadi pembicara inti. “Seringkali dalam klub Dr Soetomo sendiri mengakui bahwa kalau dia itu berdebat dengan Mbah Wahab itu nggak akan menang,” katanya pada Sarasehan dan Launching Buku KH Wahab Chasbullah, Kaidah Berpolitik dan Bernegara karya H Abdul Mun’im DZ. Launching yang digelar di Aula Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu (3/9) tersebut dalam rangka Haul Kiai Wahab yang ke-43.

Choirul Anam menyebutkan pengakuan Soetomo tersebut dalam buku Kiai Abdul Halim Kedung: Perjuangan Kiai Wahab pada halaman 5. Anam memepertegas Kiai Abdul Halim yang dimaksud adalah kiai  Kebon Dalem Surabaya yang sama-sama terlibat di forum diskusi tersebut. “Jadi beliau itu orang pondokan tapi teori-teori debatnya luar biasa,” tambahnya lagi.

Chorul Anam kembali menukli kembali pengakuan Kiai Abdul Halim. Karena kepandaian debatnya itu, Kiai Abdul Halim pern menanyakannya kepada Kiai Wahab, “’Bagaimana kok bisa berdebat seperti itu?’ tanya Kiai Abdul Halim. ‘Ya sudah Fathul Mu’in itu saja,’jawab Mbah Wahab,” kutip Cak anam.

Chorul Anam juga mengatakan, Kiai Wahab orang sabar menyanpaikan idenya. Ketika NU mau didirikan, 10 tahun sebelumnya ia berkali-kali mengemukakannya kepada KH Hasyim Asy’ari. Setelah 10 tahun bersabar, akhirnya didirikan tahun 1926. Menurut Anam, Kiai Wahab pada waktu itu sampai pada kesimpulan, kalau NU tidak diizinkan, ia akan masuk ke Sarekat Islam dan akan berdebat tiap hari dengan orang-orang yang ada di dalamnya.
“Saya sudah 10 tahun membela ulama pesantren yang dicaci maki karena berpegang pada mazhab. Kita harus berhasil membentuk perkumpulan sendiri. Kalau tidak saya akan lembali mengajar di pondok atau masuk organisasi lain dengan berdebat terus,” kutip Cak Anam dari buku KH Abdul Halim.

Kiai sampai pada pernyataan itu, menurut Cak Anam karena pada waktu itu pertentangan antara kelompok tradisionalis dan modernis di dunia Islam semakin memuncak. Waktu itu arus pembaharuan pemikiran Islam masuk tanah air. Mereka datang dengan semangat memurnikan Islam dengan jargon kembali pada Al-Quran dan Hadits, membasmi bid’ah, khurafat dan takhayul, mengharamkan tahlil, selamatan, maulidan, dan mencaci ulama-ulama karena menganut mazhab.

“Kiai Wahab pada waktu itu berada di geras depan membela pesantren. Bahkan beliau sering melayani debat terbuka dengan kelompok muslim yang disebut pembaharu aatau modernis dalam masalah furu’iyah, ” tegas Cak Anam.

Seusai sarasehan, Cak Anam juga mengemukakan data lain tentang kehalian debat Kiai Wahab. Ia pernah mengalahkan Mbrechten, di pengadilan Semarang. "Saya punya datanya tentang itu," lanjutnya.

Sebagai ahli debat, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Abdul Mun’im DZ menyebut Kiai Wahab sebagai orang yang pandai meyakinkan orang. Ketika NU mau berubah status menjadi partai, kritik muncul dari dalam NU dan luar. Ia dicap sebagai orang yang akan membelah persatuan umat.

“Silahkan Saudara tetap di Masyumi, saya akan sendirin mendirikan Partai NU dan hanya butuh seorang sekretaris. Insya Allah NU akan menjadi partai besar,” kata Mun’im menirukan ucapan Kiai Wahab.  Dalam pemilu 1955 hal itu terbukti. NU menjadi partai terbesar ketiga mendapat 45 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan 93 kursi di Konstituante, ditambah 8 kader NU menjadi menteri.

Dikutip dari http://www.nu.or.id

Menko Kesra : Negara Terlambat Beri Gelar Pahlawan Mbah Wahab


Menko Kesra Hadiri Haul Mbah Wahab Hasbullah Ke-43

Haul KH. Wahab Hasbullah Ke-43 yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum tambak beras dihadiri langsung oleh Menteri Kesejahteraan rakyat. Menko Kesra menegaskan bahwa proses penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk perintis, pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah sudah memasuki tahap pemutakhiran di tim gelar kepahlawanan. Dalam sambutannya ketika hadir pada puncak Haul Ke 43 KH Wahab Chasbullah, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengaku seharusnya Kiai Wahab telah disematkan gelar pahlawan nasional sejak dulu. Hal ini mengacu pada aksi-aksi perjuangannya dalam membantu kemerdekaan Indonesia.
"Kalau melihat sejarah perjuangan beliau maka sebetulnya negara terlambat memberi gelar pahlawan. Semestinya sejak dari dulu," kata Agung Laksono. Oleh karena itu pihaknya akan mengawal pengajuan gelar pahlawan nasional bagi KH. Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut sampai tuntas.

Pada kesempatan ini Menko Kesra menegaskan bahwa proses penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk perintis, pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah sudah memasuki tahap pemutakhiran di tim gelar kepahlawanan. Dalam sambutannya ketika hadir pada puncak Haul Ke 43 KH Wahab Chasbullah, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengaku seharusnya Kiai Wahab telah disematkan gelar pahlawan nasional sejak dulu. Hal ini mengacu pada aksi-aksi perjuangannya dalam membantu kemerdekaan Indonesia. "Kalau melihat sejarah perjuangan beliau maka sebetulnya negara terlambat memberi gelar pahlawan. Semestinya sejak dari dulu," kata Agung Laksono. Oleh karena itu pihaknya akan mengawal pengajuan gelar pahlawan nasional bagi KH. Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut sampai tuntas.

"Proses pengajuan gelar pahlawan Kiai Wahab saat ini sudah pada pemutakhiran atau tahapan final di Dewan Gelar Kepahlawanan Kementerian Sosial. Segala persyaratan administrasi sudah terpenuhi," tuturnyanya saat menghadiri Haul ke-43 KH. Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, JombangSabtu (6/9/2014) malam.

Menurut Agung, pada 24 April 2014 lalu, pemerintah bersama para pakar sejarah telah mengadakan seminar membahas kontribusi Kiai Wahab dalam perjuangan bangsa Indonesia. Hasilnya Kiai Wahab dinilai layak mendapat gelar pahlawan nasional dari negara. "Saya pribadi dan pemerintah berkomitmen untuk mengawal pemberian gelar pahlawan ini. Kami yakin tidak lama lagi gelar ini segera turun dari negara," ujarnya.

Dalam Puncak Haul yang dihadiri ribuan jamaah itu juga diserahkan KH Wahab Chasbullah Award yang diserahkan kepada KH Hasan Mutawakil, KH Tholhah hasan serta KH Fathul Huda yang menjabat sebagai Bupati Tuban. Selain Menkokesra, hadir dalam puncak peringatan haul tersebut adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifulloh Yusuf, KH Hasyim Muzadi, Serta para Kiai diantaranya KH Jamaludin Ahmad, KH Aziz mansyur, Bupati dan Wakil Bupati Jombang bersama jajaran Forpimda Kabupaten Jombang yang didampingi Ibu serta Ketua DPRD kabupaten Jombang.

Kyai Hasib: Haul Mbah Wahab Hasbullah Ke-43 Istimewa



Suasana haul Mbah wahab Ke-43 di PP. Bahrul 'Ulum

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Wahab mengatakan Haul KH Wahab Cahasbullah tahun 2014 merupakan teristimewa daripada haul tahun-tahun sebelumnya. Serangkaian acara mulai 1 September sudah dibuka dengan Pameran Biografi perintis, pendiri dan penggerak NU tersebut.

Kiai Hasib pada sambutan malam puncak haul Kiai Wahab Sabtu malam (6/9) menambahkan, kegiatan bertema “Dari Pesantren untuk Indonesia” ini juga telah digelar sarasehan dan peluncuran buku tentang perjuangan Kiai Wahb Chasbullah.

Menurut dia, haul kali ini tidak sekadar haul karena ada kajian ilmiah tentang Kiai Wahab melalui sarasehan dan pameran biografi, semaaan Al-Qura’an, tetabuhan hadrah dari Ishari, wisuda pertama Universitas KH Wahab Chasbullah, serta pengajian umum. "Juga ada KH Wahab Chasbullah Award," katanya.

Tiga orang penerima award itu adalah KH Mutawakil Alallah (Ketua PWNU Jawa Timur) kategori pegiat Jam'iyyah NU, tokoh pendidikan KH Tolchah Hasan (Musytasyar PBNU), dan kategori wirausaha KH Fathul Huda (bupati Tuban).

Selain itu, yang teristimewa dari haul tahun ini, sebagaimana diakui Menko Kesra Agung Laksono yang hadir pada malam itu, Kiai Wahab sudah positif akan dianugerahi sebagai pahlawan nasional.

Ribuan orang menghadiri malam puncak haul. Dalam pantauan NU Online para hadirin datang sejak sore, bahkan pagi. Semakin membludak selepas maghrib. Mereka duduk tertib di sekitar panggung serta seratus meter gang menuju ke pondok yang dialasi karpet oleh panitia. Di sepanjang gang itu disediakan monitor untuk bisa menyimak acara di panggung utama bagi hadirin yang berada di sepanjang gang itu.

Kemacetan di Jalan Raya KH Wahab Hasbullah pun tak terelakkan. Para Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan  puluhan santriwan yang berrompi Kamtib (keamanan dan ketertiban) Pondok Pesantren Bahrul Ulum sibuk mengatur lalu lintas. 

Dikutip dari http://www.nu.or.id