Friday, 17 March 2017

Islam dan Politik Islam

Islam dan Politik Islam
Islam dan Politik Islam - Masa depan politik di Indonesia sesungguhnya akan sangat ditentukan oleh cara berpikir  dan bertindak (prilaku) islam umat mengingat mayoritas penduduk indonesia adalh pemeluk islam. Dalam konteks sistem politik perwakilan, maka representasi dari gerakan politik kenegaraan menunjukan angka keterwakilan  yang cukup normal.

Menanggapi maraknya partai-partai Islam pasca orde baru telag menimbulkan perdebatan yang kontroversi karena representasi dari gerakan politik Islam tercrmin dari politik partai sendiri. Bagaimana partai memahami Islam dan mengimplementasikan politiknya sesuai dengan  nilai-nilai islam atau sebaliknya partai islam hanya  memanfaatkan simbol untuk menarik dukungan suara ari masyarakat islam.

Fenomena itu dinilai sebgai perwujudan dari hadirnya kembali politik islam atau yang di istilahkan sebagai “Repolitisasi Islam” Repoitisasi bisa bermakna ganda, penilaian pertama bernada positif karena seperti agama-agama lain, Islam tidak jika istilah itu dipahami secara benar  bisa dipisahkan dari politik. Penilaian kedua, jika istilah itu dipahami secar benar, adalah negatif. Istilah “politisasi” (terhadap apa saja) selalu dipersepsikan sebagai bagian dari rekayasa yang bersifat pejoratife atau manipulatif. Bisa di bayangkan apa jadinya hal tersebut dikenakan pada sesuatu seperti agama yang mempunyai sifat ilahiyah seperti agama Islam.

Politik dan islam adalah dua sisi yang tidak dapat di pisahkan bicara islam secara kaffah, maka harus menyingung masalah politik. Dan bicara politik, maka pasti tidak bisa epas dari pandangan politik Islam. Allah memberikan manusia dua amanah yaitu : 1). Ubudiyah melakukan ibadah, penghambatan kepada Allah; 2). Amanah kekhalifahan, hal ini lebih dekat kepada otoritas untuk mengendlikan kehidupan (di atas bumi). Dengan demikian , Islam secara substantif menghendaki agar ummat mengendalikan dan menjalankan kepemimpinan politik.

Permasalahan sekarang ialah bagaimana kita bisa memberikan titik temu hubungan yang sesuai antara islam antara islam dan Negara di Indonesia.?

Islam dan politik mempunyai titik singgung erat, bila keduanya dipahami sebagai sarana menata kebutuhan hidup manusia secara menyeluruh. Islam tidak hanya dijadikan kedok untuk  untuk mencapai kepercayaan dan pengaruh dari masyarakat semata. Politik juga tidak hanya dipahami sekadar sebagai sarana menduduki posisi dan otoritas formal dan struktur kekuasaan.

Politik yang hanya dipahami sebagai perjuangan mencapai kekuasaan atau pemerintahan, hanya akan mengaburkan maknanya ecara luas dan menutup kontribusi Islam terhadap politik secara umum. Sering dilupakan bahwa islam dapat menjadi sumber inspirasi kultural dan politik. Pemahaman terhadap trem politik secara luas, akan memperjelas korelasinya dengan Islam.

Dalam konteks Indoneisa, korelasi Islam dan politik juga menjadi jelas dalam penerimaan pancasila sebagai satu-satunya asas. Ini bukan bukan berarti menghapus cita-cita Islam melennyapkan unsur Islam dam percaturan poitik di tanah air.


Simpulan yang bisa ditarik bahwasanya Islam dan politik adalah hal yang tidak apat di pisahkan dan saling mendukung serta sejauh mana unsur Islam mampu memberikan inspirasi dalam pencanturan politik, bergantung pada sejauh mana kalangan muslimin mampu tampil dengan gaya baru yang dapat mengembangkan kekayaan pengetahuan sosial dan politik untuk memetakn dan menganaisis transformasi sosial. (bdjo)

Tuesday, 21 February 2017

Rangkuman Hasil Bahtsul Masail Putri di P.P. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Rangkuman Hasil Bahtsul Masail Putri di P.P. Putri Al-Fathimiyyah Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang
      

      Rangkuman Hasil Bahtsul Masa'il di  P.P. Putri Al-Fathimiyyah  dan Madrasal Muallimin Muallimat Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang. Setidaknya kurang lebih 400 santri putri yang ikut serta dalam gelaran acara tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur berlangsung pada hari Rabu-Kamis tanggal 15-16 Februari 2016, berikut merupakan hasil dari Bahtsul Masail tersebut.
      

      STATUS KEPEMILIKAN SAMPAH/BARANG RONGSOK (PP. Putri Al Baqoroh Lirboyo Kota Kediri)

Deskripsi Masalah
Bagi kebanyakan orang, sampah hanyalah sesuatu yang membuat kotor lingkungan dan membuat pandangan semrawut. Berbeda dengan seorang pemulung atau bos rongsokan yang biasa bergelut dengan berbagai macam sampah yang bisa menghasilkan banyak keuntungan. Jenis rongsokan pun bemacam-macam, mulai dari barang yang tidak bernilai sampai barang yang cukup berharga. Hal tersebut terjadi karena orang yang membuang sampah memiliki taraf ekonomi yang berbeda-beda. Terkadang ada juga barang yang masih berharga tanpa disengaja terbuang ke tong sampah. Saat mencari rongsokan, banyak di antara para pemulung yang masuk tanpa izin, bahkan ke area yang sudah ada larangannya.
Pertanyaan:
a.      Apa status barang rongsokan sebagaimana dalam deskripsi?

Jawaban : Statusnya adalah harta yang tidak bertuan dan boleh dimiliki oleh orang yang mengambilnya Catatan : Apabila ada qarinah atau terdapat keraguan pemiliknya tidak membuangnya secara sengaja, maka tergolong harta luqathah dengan segala ketentuannya.
b.      Adakah batasan tertentu untuk barang-barang yang boleh dimiliki tanpa ada sighot?
Jawaban : Merujuk jawaban sub a, barang yang dapat dimiliki tanpa shighat sebagaimana dalam deskripsi adalah setiap benda yang terdapat indikasi kuat diabaikan oleh pemiliknya. Dan apabila pemiliknya nyata-nyata tidak rela, maka wajib dikembalikan. Referensi : Idem sub a
Referensi
1. Tuhfah al-Muhtaj, juz 41, hal.6
2. Al-Tasyri’ al-Jana’i fi al-Islam, juz.4, hal.164
3. Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, juz.4, hal.249, dll. 

PROBLEMATIKA DAI HUMORIS (PP. Putri HMQ Lirboyo Kota Kediri)
Deskripsi Masalah
Kebanyakan panitia pengajian senang mengundang muballigh yang suka humor. Sehingga dalam pengajiannya banyak kata-kata atau gaya yang mengundang tawa para hadirin. Namun, terkadang humor dan leluconnya kelewat batas dan mengada-ada.

Pertanyaan:
a.       Bagaimana hukum lelucon/humor yang dilakukan oleh muballigh seperti kasus di atas?
Jawaban :
Haram apabila terdapat hal-hal yang diharamkan seperti menyakiti orang lain, menggunjing dll. Mubah apabila tidak terdapat unsur keharaman dan tidak dilakukan secara terus menerus, bahkan sunah bila dengan tujuan menghibur orang lain
Makruh menurut pendapat al-Rajih, apabila dilakukan secara terus menerus dan tidak terdapat unsur yang diharamkan.
Referensi : 
1. Al-Adzkar al-Nawawiyyah, hal.279 
      2. Bariqah Mahmudiyyah, juz.4, hal.357 
      3. Syarh Sullam al-Taufiq, hal.70 4. dll

Pertanyaan:
Bagaimana hukum mengundangnya?
Jawaban:  
Haram apabila yakin/zhan menimbulkan lelucon yang diharamkan 
Makruh apabila ragu-ragu menimbulkan lelucon yang diharamkan 
Boleh apabila tidak yakin/zhan/ragu-ragu menimbulkan lelucon yang diharamkan

Referensi  
1. I’anah at-Thalibin, juz 3, hal. 23  
2. Bughyah al-Mustarsyidin, hal.260  
3. Is’ad al-Rafiq, juz.2, hal.50, dll.

HUKUM PUNGUTAN LIAR (PP. Putri Manba’ul Khoiriyah Islamiyah Madura)



Deskripsi Masalah
Pungutan Liar atau Pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya dikenakan atau dipungut biaya. Walaupun Pungli termasuk ilegal dan digolongkan sebagai KKN, tetapi kenyataannya hal ini jamak terjadi di Indonesia dan di berbagai sektor. Misalnya di sektor industri. Menurut hasil studi dari Pusat Studi Asia Pasifik Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan United State Agency for International Development (USAID) pada tahun 2004, biaya Pungli yang dikeluarkan oleh para pengusaha di sektor industri manufaktur yang berorientasi ekspor saja, pertahunnya bisa mencapai 3 triliun rupiah. Hal ini terpaksa dilakukan karena jika pelaku industri tidak menyetor sejumlah uang kepada pihak yang berwenang, maka jelas segala bentuk administrasi dan operasional akan dipersulit.
Pertanyaan:  
Bagaimana tinjauan fiqih berkenaan dengan Pungli seperti deskripsi di atas? 
Jawaban : Haram, karena merupakan Maksu yaitu pungutan-pungutan diluar apa yang ditetapkan pemerintah dan tidak sesuai Syari’at.


Referensi  
1. Al-Misbah al-Munir, juz 2, hal. 577  
2. Az-Zawajir, juz 1, hal. 470  
3. Sulam At-Taufiq, hal.73

Pertanyaan: 
 Bolehkah kita menyetorkan uang atas nama Pungli dengan alasan seperti di atas?
Jawaban : Tidak boleh, kecuali dalam kondisi darurat seperti untuk menyelamatkan hartanya dari kerusakan.

Referensi  
1. Az-Zawajir, juz 3, hal. 221  
2. Fawa’idul janiyah, hal. 550


 PROBLEMATIKA NAJIS PADA BAYI (PP. Putri Hidayatul Mubatadi-aat Lirboyo Kota Kediri) 
Deskripsi Masalah
Sering kali kita jumpai orangtua yang membawa anak kecil ke Masjid atau Musholla guna melatih agar setelah dewasa nanti selalu dekat dengan salah satu simbol agama Islam. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti mengotori Masjid atau menyebarnya najis dari sang anak, biasanya orangtua memakaikan pampers. Namun, hal ini menimbulkan kejanggalan saat orangtuanya sedang sholat. Terkadang si anak menangis merengek-rengek naik ke atas punggung saat orangtuanya sujud atau duduk. Tak jarang juga kita melihat orangtua yang memandikan bayinya dengan langsung memasukkan ke dalam tempat mandi yang berukuran kecil. Padahal biasanya sang bayi masih kotor dan ada kemungkinan juga terkena najis.
Pertanyaan:  
Bagaimana hukum sholatnya orang tua yang disentuh atau dinaiki anak kecil yang memakai pampers?
Jawaban :  
Jika disentuh, maka sholatnya orang tua tersebut tetap sah 
Jika dinaiki, maka tidak sah menurut Madzhab Syafi’i
Catatan : menurut Madzhab Maliki hukumnya dima’fu.
Referensi  
1. Qurroh al-‘ain fatawa Ismail Zain hal.55  
2. Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab. Juz 3 hal.150  
3. Al-Muhadzab. Juz 1, hal.61 4. Fath al-Jawad hal. 41

Pertanyaan:
Sudah benarkah memandikan anak kecil dengan cara seperti di atas?
Jawaban : Khilaf,  
 Menurut pendapat Adzhar tidak dibenarkan  
 Menurut pendapat Muqobil Adzhar dibenarkan, selama air tidak berubah

Referensi : 
1. Fath al-Aziz, juz 4, hal. 320  
2. Khasyiyah al-Jamal, juz 1 , hal.92  
3. I’anah at-Tholibin, juz 1, hal.33 dll.

MEROBEK PAMFLET PENGUMUMAN BARANG HILANG (PP. Putri Tahfidz Wal-Qiro’ah Lirboyo Kota Kediri) 
Deskripsi Masalah
Dalam konsep fiqih, dijelaskan bahwa salah satu kewajiban orang yang menemukan barang hilang adalah mengumumkannya di tempat keramaian selama satu tahun. Namun, karena konsep ini dinilai kurang efisien, maka cara alternatif dengan menempelkan tulisan berisi berita penemuan barang hilang menjadi terobosan. Akan tetapi cara alternatif ini tidak lepas dari beberapa masalah. Terkadang, karena alasan kebersihan dan lain sebagainya, ada beberapa santri yang merobek atau mencopot kertas i’lan tersebut. Ada juga yang menempelkan pengumuman lain dengan menutupi i’lan tersebut disebabkan tempat strategis yang terbatas.
Pertanyaan: 
Cukupkah model ta’rif dengan hanya menempelkan pengumuman di tempat barang tersebut ditemukan/papan pengumuman?
Jawaban : Cukup, karena tujuan ta’rif sudah bisa terwakili dengan pengumuman tersebut. 

Pertanyaan:
Bagaimana hukum merobek, mencopot atau menutup i’lan yang berisi penemuan luqothoh?
Jawaban : Mauquf
Referensi
1. Al-Fiqh al-Islami, juz 6, hal.66
2. Syarh al-Yaqut an-Nafis, hal.509 
3. Duror al-Hukkam, hal.215

Monday, 6 February 2017

Informasi SBMPTN 2017

Informasi SBMPTN 2017

Informasi SBMPTN 2017
Informasi SBMPTN 2017 meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan jumlah pilihan PTN serta program studi. Secara rinci, informasi lengkap mengenai SBMPTN 2017 dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.ac.id.

Informasi di atas juga meliputi informasi terkait program jalur bidikmisi

Sekilas info SBMPTN 2016 di Malang
Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) disiapkan di tiga kampus PTN di Malang untuk Panlok 55 Malang.

Ketiga PTN itu, yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB) dan UIN Maulana Malik Ibrahim ( UIN Maliki Malang).

Waktu ujian untuk model CBT (Computer Based Test) dan PBT (Paper Based Test) bakal dilaksanakan pada 31 Mei 2016 di Universitas Brawijaya.

"Dalam pelaksanaan ujian nanti, UB kebagian tempat ujian saintek, sedang UM tempat ujian soshum dan sedangkan ujian campuran di UIN Maliki (UIN Malang).

Ketiga kampus PTN tersebut berlokasi tidak berjauhan, sehingga memudahkan para calon mahasiswa untuk survey lokasi atau sekedar untuk jalan di kampus-kampus tersebut.
lokasi kampus UB berlokasi di Jl. Veteran, Kampus UM berada pada Jl. Semarang atau bisa lewat gerbang masuk di Jl. Veteran (seberang jalan depan Matos) dan Kampus UIN Malang di Jl. Gajayana. Untuk menjangkau ketiga kampus tersebut sangatlah mudah, karena akses kendaraan umum melewati ketiga kampus tersebut.

Jika anda dari daerah Jombang, Kediri, Nganjuk dst yang lewat jalur Kandangan, Kasembon, Pujon dan Kota Batu, maka nanti cukup berhenti di Terminal Landungsari dan dilanjutkan naik angkot AL dan GL yang mana nanti dengan angkot AL dan GL akan mejangkau 3 kampus tersebut. Jika anda dari daerah Blitar, Tulungagung, Lumajang dst yang melewati jalur kabupaten malang seperti Dampit, Kepanjeng maka cukup berhenti di Terminal Gadang selanjutnya naik angkot GL, yang mana angkot tersebut juga akan menjangkau ketiga kampus tersebut, sedangkan jika anda dari daerah Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Gresik dst cukup berhenti di Terminal Arjosari, Terminal Arjosari merupakan terminal besar di Malang sehingga banyak akses untuk ke daerah-daerah yang berada di Malang, namun untuk pergi ke ketiga kampus tersebut anda disarankan naik angkot AL ataupun ketika anda berada di Stasiun kota Malang juga disarankan naik AL jika akan pergi ke ketiga kampus tersebut. Tarif angkutan umum di malang baik jauh mapun dekat bertarif 2000 untuk pelajar dan 4000 untuk Umum. Apalagi sekarang di Malang sudah tersedia Ojek Online atau Car Online yang akan memudahkan anda semua menjangkau lokasi tujuan anda, cukup dengan mencari alamat dari lokasi yang akan anda tuju dan tinggal order saja. oleh karena itu menurut kami untuk tempat ujian pilihlah di Malang, karena lokasi ujian sangatlah mudah untuk dijangkau baik dengan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum.

Kami dari Himpunan Mahasiswa Malang Alumni Bahrul Ulum atau biasa disebut (HIMMABA). Bahrul 'Ulum merupakan salah satu yayasan Pondok Pesantren yang berada di daerah Tambakberas Jombang. Jadi, ketika ada para pembaca yang juga merupakan satu almamater dengan kami jika butuh informasi ataupun tersesat dijalan dipersilahkan menghubungi kami di contact. Namun kami juga tidak membatasi jika para pembaca yang bukan satu almamater dengan kami atau baru mendengar nama himpunan kami sangat dipersilahkan menghubungi jika memang para pembaca butuh bantuan kami atau hanya sekedar bertanya untuk mendapat informasi. (HMB)

Friday, 30 September 2016

Perkuat Gerakan, MAN Tambakberas Bentuk Organisasi Alumni

Perkuat Gerakan, MAN Tambakberas Bentuk Organisasi Alumni
Pembukaan Forum Silaturrahim Alumni MAN Tambakberas

Tak dipungkiri memang bahwa sosok Almaghfurullah KH. Abdul Wahab Hasbullah merupakan sosok yang enerjik dibidang pergerakan, sosok yang juga menjadi pahlawan nasional sejak 2014 tersebut kerap berkontribusi besar dalam pembentukan berbagai macam organisasi. Selain menjadi pelopor dan motor penggerak Nahdlatul ‘Ulama (1926), beliau juga pelopor Sarekat Islam (SI) Cabang Makkah (1914), Nahdlatul Tujjar (1918), Tasywirul Afkar (1918), hingga Syubbanul Wathon (1924) yang menjadi cikal bakal ANSOR. Sikap organisatoris Almaghfurullah KH. Abdul Wahab Hasbullah inilah yang pada akhirnya menurun kepada para santri-santri beliau di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas.

Setelah berdirinya IKABU (Ikatan Keluarga Alumni Bahrul ‘Ulum) sebagai induk utama alumni Bahrul ‘Ulum (Tahun 2007) dan dilanjutkan dengan pendirian FORMABU (Forum Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum) sebagai sarana merangkul organisasi mahasiswa alumni Bahrul ‘Ulum di berbagai daerah,  kembali santri Mbah Wahab unjuk gigi. Ahad (25/09) bertempat di Gedung Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang diadakanlah pertemuan silaturrahim alumni MAN Tambakberas tahun 1980 –2015 guna membahas ide pendirian organisasi alumni MAN Tambakberas. Pertemuan tersebut dihadiri berbagai pihak yang berlatar belakang berbeda, diantaranya adalah KH. Hasib Wahab (Majlis Pengasuh Pont Pest Bahrul ‘Ulum),  Sutiaji (Wakil Walikota Malang), Moh. Zainuddin (Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang), hingga Taufiq Djalil (Ketua IKABU). 

Dalam sambutannya Ahsan Sutari selaku kepala sekolah MAN Tambakberas mengatakan bahwasahnya ide pendirian organisasi alumni MAN Tambakberas Jombang ini penting mengingat alumni MAN Tambakberas sendiri sangat besar, tercatat dalam dokumen Madrasah bahwa sejak tahun 1975 hingga 2015 alumni MAN Tambakberas berjumlah + 19.993 orang yang menggeluti di segala aspek kehidupan, mulai birokrasi pemerintah, aktifis pendidikan, gerakan sosial, hingga pengusaha.

“ Kekuatan Dahsyat tersebut jika dihimpun secara terorganisir tentulah dapat memberikan sumbangsih postif terhadap pengembangan dakwah pondok pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas”, papar Sutari.

Menanggapi gagasan pendirian organisasi alumni MAN Tambakberas, Gus Taufiq Abdul Jalil selaku ketua IKABU justru berharap keberadaan organisasi alumni MAN Tambakberas mampu mendorong pendirian organisasi serupa di unit-unit lembaga formal lain yang ada pada Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum yang nantinya bersama-sama IKABU akan menjadi sarana mengembangkan nilai luhur Bahrul ‘Ulum.

Melalui forum tersebut, lahirlah organisasi yang diberi nama IKA MANTAB (Ikatan Keluarga Alumni MAN Tambakberas) dengan Sutiaji sebagai ketua terpilih. Melalui sambutannya sosok yang juga pendiri HIMMABA (Himpunan Mahasiswa Malang Alumni Bahrul ‘Ulum) tersebut menegaskan bahwa keberadaan organisasi baru disini tetap merujuk pada bingkai Bahrul ‘Ulum yang dinahkodai oleh IKABU sebagai induk utama. Selain itu forum tersebut juga melahirkan keputusan untuk mengadakan silaturrahim akbar MAN Tambakberas yang direncakanan pada 24 Desember 2016 sebagai langkah awal dari IKA MANTAB untuk menujukkan eksistensi organisasinya.

Thursday, 2 June 2016

Review: HIMMABA Tinggalkan AD-ART ?

himmaba
Tahun lalu merupakan hari bersejarah bagi perkumpulan mahasiswa alumni Bahrul 'Ulum setelah terbentuknya FORMABU (Forum Mahasiswa Alumni Bahrul 'Ulum) sebagai induk seluruh HIMA/IMA BU. Terbentunya FORMABU pada awalnya memuai banyak kontra dari beberapa HIMA /IMA dengan salah satu alasan kekhawatiran berdampak besar bagi aturan HIMA/IMA yang jauh terlebih dahulu sudah ada dan telah berjalan. 

Permasalahan inilah yang pada akhirnya membuat sidang komisi B kongres FORMABU pertama memutuskan untuk memberi ruang gerak pada HIMA/IMA dengan memberikan.wewenang untuk mengatur rumah tangganya sendiri melaui PD-PRT. asal tidak melenceng dari AD-ART FORMABU.

Latar bekakang itulah yang pada akhirnya membuat HIMMABA melalui Kongres ke XI tetap  membahas Komisi B yang berkaitan tentang AD-ART organisasi. Guna menyesuaikan dengan statuta FORMABU yang juga mempunyai AD-ART sendiri, akhirnya diputuskan mengganti istilah AD-ART dengan PD-PRT organisasi.