User-agent: Mediapartners-Google Disallow: User-agent: Googlebot Disallow: /search Disallow: /?m=1 Disallow: /?m=0 Disallow: /*?m=1 Disallow: /*?m=0 User-agent: * Disallow: /search Sitemap: http://www.himmaba.com/feeds/posts/default?orderby=UPDATED

Tuesday, 25 April 2017

PMB Universitas Islam Malang 2017

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Malang (UNISMA) 2017 meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan program studi. Secara rinci, informasi lengkap mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Malang (UNISMA) 2017 dapat dilihat di laman http://www.unisma.ac.id/statis-17-informasipendaftaran.html
Sekilas Tentang UNISMA
Keberadaan Univeristas Islam Malang diawali oleh adanya keinginan semangat dan gagasan para tokoh masyarakat, ulama dan cendekiawan muslim dikalangan Nahdlatul Ulama di kota Malang, Untuk mendirikan suatu Perguruan Tinggi Islam yang besar, berkualitas dan mandiri.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pada tanggal 27 Maret 1981 berdirilah Yayasan Sunan Giri (sekarang berubah menjadi Yayasan Universitas Islam Malang) yang berkedudukan di Jalan MT. Haryono 193 Malang.
Universitas Islam Malang yang lebih dikenal dengan UNISMA, berdirinya Universitas ini dipelopori oleh para Sarjana Muslim yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah. Para Sarjana Muslim tersebut kemudian sepakat Untuk merealisasikan amanat tersebut dengan membentuk Panitian Sembilan yang bertugas menangani konsep dan bentuk teknis dalam rencana pendirian suatu Perguruan Tinggi.
Sebagai cikal bakal berdirinya Unisma adalah Fakultas Tarbiyah yang mengalami sejarah panjang sebelum menjadi salah satu fakultasnya. Terbentuknya Fakultas Tarbiyah ini diawali dengan berdirinya akademi Pendidikan Ilmu dan Agama Islam (APIA) yang selanjutnya berubah menjadi fakultas Tarbiyah Watta'lim (FTT) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU).
Hal ini dikukuhkan dengan SK. Menteri Agama RI nomor : 16/1963 tanggal 12 Januari 1963 yang menyatakan Ijasah Sarjana Muda FTT UNU Malang diakui sama dengan Ijasah Sarjana Muda Institut Agama Islam Negeri. Pada tahun 1968 nama UNU Malang diubah menjadi UNSURI Jawa Timur dan berkedudukan di Surabaya dan memiliki beberapa fakultas yang ada di Malang, antara lain Fakultas Tarbiyah, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Pada tahun 1971 Fakultas Tarbiyah Wata'lim (UNU) berubah menjadi Fakultas Tarbiyah UNSURI.
Ketika Yayasan Universitas Islam Sunan Giri Malang berdiri, maka Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pertanian UNSURI bergabung menjadi salah satu fakultas di Universitas Islam Malang.
Sejak tanggal 7 Oktober 1983 UNISMA mendapat status TErdaftrar Untuk program pendidikan Sarjana Muda dengan SK. Mendikbud RI no 0425/1983 Untuk Fakultas hukum (Jurusan KEperdataan, Pidana dan Administrasi Negara), Fakultas PErtanian(jurusam Budidaya PErtaniuan, Sosial Ekonomi PErtanian), Fakultas Peternakan (jurusan Produksi Ternak), Fakultas Teknik (Jurusan Sipil, mesindan elektro), fakultas ekonomi (jurusan manajamen dan akuntansi), Fakultas kehuruan Ilmu Pendidikan (Jurusan pendidikan Bahasa dan satra Indonesia serta Pendidikan Matematika),
Fakultas Ilmu Administrasi pada 27 Maret 1983 ini mulai beroperasi dengan jurusan Administrasi Negara dan Administrasi Niaga. Sejak 31 Maret 2005 Universitas Islam Malang telah membuka Fakultas Kedokteran dengan konsentrasi pada keanekaragaman hayati sebagai penunjang pengobatan
Sejak Yayasan Universitas Islam Malang berdiri hanya mempunyai satu bidang garapan yaitu bidang pendidikan, namun hingga kini mengalami perkembangan yang cukup pesat, ditandai dengan Yayasan Universitas Islam Malang telah mampu mengembangkan bukan hanya dalam bidang pendidikan saja melainkan juga sektor-sektor diluar pendidikan antara lain :
1.      Rumah Sakit Universitas Islam Malang
2.      Laboratorium Ahlussunnah wal Jama'ah dan Pondok Pesantren Ainul Yaqin
3.      Kerjasama Lembaga Penelitian Universitas ISlam Malang dengan Departemen Kehutanan dan Perkebunan RI.
4.      Kerjasama Fakultas Teknik dengan BPPT
5.      Dibukanya beberapa program Pasca Sarjana (S-2)
6.      Berdirinya Gedung Aswaja Centre
7.      Kerjasama dengan "Department of Food Science and Technology of Agriculture, Kyushu Universitas Fukuoka Japan"Department of Microbiology Universitas of Delhi South Campus, New Delhi India
8.      Kerjasama dengan "The Association Overseas Technological Scholarship (AOTS), sub divisi Business Forum"
9.      Kerjasama dengan Learning Assistance Program for Islamic Schools (LAPIS) dan Equality of Learning Outcomes in Islamic Schools (ELOIS) dari Australia


Seleksi Masuk UB 2017

Informasi Seleksi Masuk Universitas Brawijaya Malang 2017 meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan program studi. Secara rinci, informasi lengkap mengenai Seleksi Masuk Universitas Brawijaya Malang 2017 dapat dilihat di laman https://selma.ub.ac.id/id/
Sekilas Tentang UB
Universitas Brawijaya berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur, didirikan pada tanggal 5 Januari 1963 dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1963, dan kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963 tertanggal 23 September 1963.
Universitas ini semula berstatus swasta, dengan embrio sejak tahun 1957, yaitu berupa Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Universitas Swasta Sawerigading, Makasar. Kedua fakultas itu perkembangannya nampak kurang menggembirakan, sehingga di kalangan mahasiswa timbul keresahan.
Beberapa orang dan tokoh mahasiswa yang menyadari hal ini kemudian mengadakan pendekatan-pendekatan kepada para pemuka masyarakat. Akhirnya, pada suatu pertemuan yang mereka lakukan di Balai Kota Malang pada tanggal 10 Mei 1957, tercetus gagasan untuk mendirikan sebuah Universitas kotapraja (Gemeentelijke Universiteit) yang diharapkan lebih dapat menjamin masa depan para mahasiswa.
Sebagai langkah pertama ke arah itu, dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Malang pada tanggal 28 Mei 1957, yayasan ini kemudian membuka Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) pada tanggal 1 Juli 1957. Mahasiswa dan dosen PTHPM terdiri dari bekas mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Sawerigading. Hampir bersamaan dengan itu, pada tanggal 15 Agustus 1957 sebuah yayasan lain, yakni Yayasan Tinggi Ekonomi Malang mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM).
Pada perkembangan berikutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotapraja Malang dengan sebuah keputusan tertanggal 19 Juli 1958 mengakui PTHPM sebagai milik Kotapraja Malang. Pada peringatan Dies Natalis III PTHPM tanggal 1 Juli 1960, diresmikan pemakaian nama Universitas Kotapraja Malang. Universitas itu kemudian mendirikan Fakultas Administrasi Niaga (FAN) pada tanggal 10 Nopember 1960.
Pada acara Peringatan Dies Natalis IV Universitas Kotapraja Malang, nama universitas ini diganti menjadi Universitas Brawijaya. Nama ini diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor : 258/K/1961 tanggal 11 Juli 1961. Selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 1961 diadakan penggabungan antara Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang yang mengasuh PTEM ke dalam sebuah yayasan baru yang bernama Yayasan Universitas Malang.
Atas dasar penggabungan ini Universitas Brawijaya memiliki 4 fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) yang semula PTHPM, Fakultas Ekonomi (FE) yang semula bernama PTEM, Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). Penggabungan tersebut adalah salah satu usaha yang harus ditempuh untuk memperoleh status negeri bagi Universitas Brawijaya, karena sebelum itu walaupun diakui sebagai milik Kotapraja Malang, semua pembiayaan universitas masih menjadi tanggung jawab yayasan. Guna memenuhi syarat penegerian, maka pada tanggal26 Oktober 1961 Universitas Brawijaya mendirikan sebuah fakultas baru yakni Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP).
Usaha yang dirintis selama beberapa tahun tersebut akhimya menemui titik terang. Dalam sebuah pertemuan antara Panglima Daerah Militer VIII Brawijaya, Presiden Universitas Brawijaya, Presiden Universitas Tawangalun (Jember) serta Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada tanggal 7 Juli 1962, ternyata Menteri PTIP menyanggupi untuk menegerikan Universitas Brawijaya secara bertahap. Yang akan dinegerikan pertama adalah fakultas-fakultas eksakta, sedangkan fakultas sosial masih dalam pertimbangan.
Dengan Surat keputusan Menteri PTIP Nomor 92 tertanggal 1 Agustus 1962 Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan diberi status negeri, terhitung sejak tanggal 1 Juli 1962 dan berada di bawah naungan Universitas Airlangga. Sambil menunggu proses selanjutnya, pada tanggal 30 September 1962, Fakultas Administrasi Niaga diubah namanya menjadi Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK), untuk menyesuaikan diri dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 22 Tahun 1961.
Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan dinamika keilmuan dan regulasi di bidang Pendidikan Tinggi, pada tahun 1982 FKK secara resmi berubah menjadi Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) berdasarkan PP No. 27 Tahun 1982 tentang Penataan Fakultas pada Universitas/Institut Negeri.
Sementara itu di Probolinggo pada tanggal 28 Oktober 1961 dibuka sebuah Perguruan Tinggi Jurusan Perikanan Laut oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Probolinggo. Jurusan ini kemudian menjadi salah satu jurusan dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, yakni berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 163 Tahun 1963 Tanggal 25 Mei 1963.
Pada tanggal 5 Januari 1963, Universitas Brawijaya dengan seluruh fakultasnya dinegerikan dengan Keputusan Menteri PTIP Nomor 1 Tahun 1963. Fakultas Pertanian serta Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan yang semula berada di bawah naungan Universitas Airlangga dikembalikan ke Universitas Brawijaya.
Selain itu diresmikan pula cabang-cabang Universitas Brawijaya di Jember, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kedokteran. Cabang di Jember ini semula adalah fakultas-fakultas dari Universitas Tawangalun.
Dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 97 Tahun 1963 Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan di Kediri, terhitung sejak tanggal 15 Agustus 1963 ditetapkan sebagai cabang Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas Brawijaya.
Surat Keputusan Menteri PTIP tentang penegerian itu telah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963 yang berlaku sejak tanggal 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas
Brawijaya.


Seleksi UM 2017

Seleksi UM 2017Informasi Seleksi Universitas Negeri Malang 2017 meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan program studi. Secara rinci, informasi lengkap mengenai Seleksi Universitas Negeri Malang 2017 dapat dilihat di laman http://home.seleksi.um.ac.id/
Sekilas Tentang UM
UM merupakan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang berkedudukan di Kota Malang dan Kota Blitar Provinsi Jawa Timur.
  • UM berasal dari:

    1. Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Malang yang didirikan pada tanggal 1 September 1954 dengan Surat Putusan Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan Republik Indonesia Nomor 33756/Kb tanggal 4 Agustus 1954 yang dibuka dan diresmikan pada tanggal 18 Oktober 1954;
    2. terhitung mulai tanggal 20 November 1957 menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Malang pada Universitas Airlangga Surabaja dengan Surat Putusan Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan Republik Indonesia Nomor 119533/S tanggal 20 November 1957;
    3. terhitung mulai tanggal 1 Mei 1963 menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang dengan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 55 Tahun 1963 tanggal 22 Mei 1963; dan
    4. terhitung mulai tanggal 4 Agustus 1999 menjadi Universitas Negeri Malang dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999.

Tonggak Penting
1967    Program Studi Bahasa Inggris dinilai terbaik se-Asia Tenggara (oleh The Ford Foundation)
1967    Dinyatakan sebagai salah satu dari 10 Perguruan Tinggi Pembina di Indonesia
1998–2010    Pemenang program JICA DUE-Like TPSDP Semi-QUE I-MHERE INHERENT SP4 PHK A1 & A2 Hibah Kemitraan Hibah Peralatan PGSD-A PHK-I dan PHK-TIK PHK DIA Bermutu
2008    Membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan
2008    UM ditetapan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU)
2009    Membuka Fakultas Ilmu Sosial (FIS)
2012    Membuka Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi)

Lokasi Kampus
  • Kampus I (Kampus Induk) di Jl. Semarang 5 Malang
  • Kampus II di Jl. Ki Ageng Gribig 45 Kedungkandang Malang (bekas SGO Malang)
  • Kampus III di Jl. Ir. Sukarno 3 Blitar (bekas SPG Blitar)


PMB UIN MALANG 2017

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan program studi. Secara rinci, informasi lengkap mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat dilihat di laman http://pmb.uin-malang.ac.id/

Sekilas Tentang Kampus:

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syari’ah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Di dalam rencana strategis pengembangannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra Prof. H. A. Malik Fadjar, M.Sc atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 dijadikan sebagai hari kelahiran Universitas ini.
Sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Dr. (Hc) H. Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah Sudan. Secara spesifik akademik, Universitas ini mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah melalui penalaran logis seperti observasi, eksperimentasi, survei, wawancara, dan sebagainya. Tetapi, juga dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma integrasi. Oleh karena itu, posisi matakuliah studi keislaman: al-Qur’an, Hadits, dan Fiqih menjadi sangat sentral dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.
Secara kelembagaan, sampai saat ini Universitas ini memiliki 6 (enam) fakultas dan 1 (satu) Program Pascasarjana, yaitu: (1) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, menyelenggarakan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), (2) Fakultas Syari’ah, menyelenggarakan Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah dan Hukum Bisnis Syari’ah (3) Fakultas Humaniora, menyelenggarakan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, dan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (4) Fakultas Ekonomi, menyelenggarakan Jurusan Manajemen, Akuntansi, Diploma III Perbankan Syariah, dan S-1 Perbankan Syariah (5) Fakultas Psikologi, dan (6) Fakultas Sains dan Teknologi, menyelenggarakan Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, Teknik Arsitektur dan Farmasi. Adapun Program Pascasarjana mengembangkan 6 (enam) program studi magister, yaitu: (1) Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, (2) Program Magister Pendidikan Bahasa Arab, (3) Program Magister Agama Islam, (4) Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), (5) Program Magister Pendidikan Agama Islam, dan (6) Program Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah. Sedangkan untuk program doktor dikembangkan 2 (dua) program yaitu (1) Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dan (2) Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab.
Ciri khusus lain Universitas ini sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan bagi seluruh anggota sivitas akademika untuk menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui sumber aslinya, yaitu al-Qur’an dan Hadis, dan melalui bahasa Inggris mereka diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual university. Untuk mencapai maksud terse-but, dikembangkan ma’had atau pesantren kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi universitas dan ma’had atau pesantren.
Melalui model pendidikan semacam itu, diharapkan akan lahir lulusan yang berpredikat ulama yang intelek profesional dan/atau intelek profesional yang ulama. Ciri utama sosok lulusan demikian adalah tidak saja menguasai disiplin ilmu masing-masing sesuai pilihannya, tetapi juga menguasai al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.
Terletak di Jalan Gajayana 50, Dinoyo Malang dengan lahan seluas 14 hektar, Universitas ini memordernisasi diri secara fisik sejak September 2005 dengan membangun gedung rektorat, fakultas, kantor administrasi, perkuliahan, laboratorium, kemahasiswaan, pelatihan, olah raga, bussiness center, poliklinik dan tentu masjid dan ma’had yang sudah lebih dulu ada, dengan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004.
Pada tanggal 27 Januari 2009, Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono berkenan memberikan nama Universitas ini dengan nama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengingat nama tersebut cukup panjang diucapkan, maka pada pidato dies natalis ke-4, Rektor menyampaikan singkatan nama Universitas ini menjadi UIN Maliki Malang.
Dengan performansi fisik yang megah dan modern dan tekad, semangat, serta komitmen yang kuat dari seluruh anggota sivitas akademika seraya memohon ridha dan petunjuk Allah swt, Universitas ini bercita-cita menjadi thecenter of excellence dan the center of Islamic civilization sebagai langkah mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (al Islam rahmat li al-alamin).


CERPEN : Nyawa Pemulung diambang Seceguk Air Mineral

Nyawa Pemulung diambang Seceguk Air Mineral
            Di bawah panasnya sinar mentari menyengat tajam, tiada sedikitpun mendung gelap kelabi yang menyelimuti bumi pertiwi nan indah, tampak seekor kucing berbulu putih cantik yang pulas dalam lelapnya di atas kursi, tanpa menghiraukan orang-orang yang sibuk lalu-lalang di sekitarnya. Berbeda 180 derajat dengan sesosok gadis cantik jelita yang kini tersengat panasnya matahari tepat lurus di atas kepala, sambil menahan cairan keringat yang tampak bercucuran dari tubuh berbody sexy itu. Terlihat gadis berambut panjang itu sedang duduk di kursi samping kucing manis itu terlelap. Tak henti-hentinya lembaran rupiah dalam dompetnya terus ia bolak-balik, memastikan jumlah nominalnya bertambah, atau bahkan berkurang. Nampak seorang wanita renta berjalan membungkuk di depan gadis cantik yang sedang duduk di atas kursi didekat kucing cantik itu telah nyenyak dalam lelapnya, dengan kondisi badan yang terlihat lelah, wajah yang diselimuti dengan kotornya debu jalanan kota.
                        “Permisi mbak" wanita renta itu menyapa gadis manja yang sedang duduk di samping kucing bermata bulat yang tertidur di depan kiosnya.
                        “Iya Ibu, ada yang bisa saya bantu bu ?” jawab gadis muda cantik itu dengan suara yang lembut bernada seperti pelayan café-café mewah di perkotaan.
                        “Air mineral yang dingin masih ada mbak ?” Tanya kembali wanita renta itu kepada gadis cantik alami tanpa make-up itu.
                        Tak sempat remaja perempuan itu menjawab pertanyaan si wanita renta, tiba-tiba datanglah seorang bocah kecil berbaju compang-camping mendekatinya dengan peluh bercampur penuh debu yang melekat diwajah tampannya, serambah berkata pada si gadis cantik itu dengan nada malang yang mengharapkan belas kasihan.
                        “Mbak, saya minta air minum mbak, sayan kehausan, belum minum dari tadi pagi mbak” Pinta bocah itu sembari tangan di angkat di depan jidad menahan rasa panasnya badan tersengat sinar teriknya matahari siang.
                        “ Maaf banget ya dek, air mineral mbak sudah habis dibeli sama ibu ini” jawab perawan cantik itu pada bocah kecil tampan yang terlihat kasihan itu.
            Karena mendengar jawab itu, bocah kecil itu meneteskan air mata, menahan rasa hausnya tenggorokan yang kering, tubuh diterpa panas teriknya matahari. Tiba-tiba wanita renta itu memotong percakapan serius antara si gadis cantik dan si bocah tampan itu.
                        “Kamu kehausan nak ?” tanya singkat wanita renta pada bocah kecil itu.
                        “Iya bu” jawab anak kecil berumuran 8 tahun itu.
                        Jawaban bocah kecil itu membuat gelisah hatinya si wanita renta, dan membuat rasa penasaran bertambah besar. Mata wanita renta bercucuran air kesedihan, melihat anak kecil itu. Tak sabar untuk ingin tahu tentang si kecil, wanita renta terus bertanya seakan polisi menyelidiki tersangka, sehingga rasa takut muncul pada si kecil tampan itu.
                                    “kamu aslinya mana ?” tanya kembali wanita renta sembari air mata itu menetes dari matanya.
                                    “Saya aslinya dari kota jombang bu” jawab anak kecil itu.
                        Mendengar kota jombang saja, air mata wanita renta itu semakin menetes deras, karena teringat kota kelahirannya.
                                    “lah terus, mengapa kamu bisa berada disini sendirian?” tanya kembali si wanita renta itu.
                        Ditengah-tengah pembicaraan itu, mula-mula air tangis kembali menetes dari mata indah gadis cantik itu. Satu tetes demi satu tetes air kesedihan itu keluar, sambil mengeluarkan bunyi terisak dari tangisan itu, karena rasa kasihan itupun juga muncul pada sesosok gadis cantik jelita.
                                    “Saya dibuang kedua orang tua saya bu, sekarang mereka sudah mendahului saya” jawab bocah kecil itu setelah jatuhnya air mata dari mata sang gadis.
                                    “Ya sudah, saya belikan di seberang jalan dulu nak, tunggu sebentar ya” kata wanita renta pada bocah kecil yang dipanggilnya nak itu.
                                    “iya bu, makasih ya” sahut bocah itu.
                                    Dengan perasaan sangat kasihan, dan sifat wanita renta itu yang suka menolong, baik hati, tidak sombong, ia berbuat sesuatu yang tidak lazim. Kondisi badan yang tidak memungkinkan, wanita renta itu memaksakan dirinya untuk  menolong bocah kecil itu. Ia berjalan berbungkuk, langkah demi langkah yang menghasilkan pahala, wanita renta itu  mendekati aspal hitam jalan raya. Ia pun melangkahkan kaki kanannya dulu di atas jalan yang ramai akan kendaraan bermotor. Berbeda dengan gadis cantik jelita, yang hanya bisa melihat, ia terdiam tidak bergerak di tempat duduknya, ia juga harus menjaga kiosnya, tak hanya itu, ia juga menjaga si kucing yang sedang tidur terlelap di kursi.
                                                “Ibu, hati-hati ya” kata si gadis itu dengan suara lancang pada wanita renta yang sedang berjalan menyeberangi jalan raya.
                                    Belum sempat menoleh arah kanan kiri, tiba-tiba mobil berkecepatan tinggi melaju dari arah samping kanan wanita renta itu menyeberang, berkali-kali mobil mewah menyalakan suara klakson keras, fikiran pun kosong, wanita renta itu tak mempunyai reflek sempurnya untuk meyelamatkan dirinya, meskipun jarak mobil masih agak jauh.
                                    “Ibu, ibu, ibu” teriak gadis cantik dan bocah kecil tampan itu sambil menghampiri si wanita renta itu tergeletak.
                        Setelah sampai di tempat tergeletaknya wanita renta itu, si gadis cantik memeriksa denyut nadi milik wanita renta, apakah masih bekerja ataukah sudah tidak. Melihat kondisi kepala yang bercucuran darah merah mengalir deras membasahi badan wanita renta itu, dan di tempat wanita itu pula, ia menghembuskan nafas terakhirnya.  (Mas)