Friday, 30 September 2016

Perkuat Gerakan, MAN Tambakberas Bentuk Organisasi Alumni

Perkuat Gerakan, MAN Tambakberas Bentuk Organisasi Alumni
Pembukaan Forum Silaturrahim Alumni MAN Tambakberas

Tak dipungkiri memang bahwa sosok Almaghfurullah KH. Abdul Wahab Hasbullah merupakan sosok yang enerjik dibidang pergerakan, sosok yang juga menjadi pahlawan nasional sejak 2014 tersebut kerap berkontribusi besar dalam pembentukan berbagai macam organisasi. Selain menjadi pelopor dan motor penggerak Nahdlatul ‘Ulama (1926), beliau juga pelopor Sarekat Islam (SI) Cabang Makkah (1914), Nahdlatul Tujjar (1918), Tasywirul Afkar (1918), hingga Syubbanul Wathon (1924) yang menjadi cikal bakal ANSOR. Sikap organisatoris Almaghfurullah KH. Abdul Wahab Hasbullah inilah yang pada akhirnya menurun kepada para santri-santri beliau di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas.

Setelah berdirinya IKABU (Ikatan Keluarga Alumni Bahrul ‘Ulum) sebagai induk utama alumni Bahrul ‘Ulum (Tahun 2007) dan dilanjutkan dengan pendirian FORMABU (Forum Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum) sebagai sarana merangkul organisasi mahasiswa alumni Bahrul ‘Ulum di berbagai daerah,  kembali santri Mbah Wahab unjuk gigi. Ahad (25/09) bertempat di Gedung Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang diadakanlah pertemuan silaturrahim alumni MAN Tambakberas tahun 1980 –2015 guna membahas ide pendirian organisasi alumni MAN Tambakberas. Pertemuan tersebut dihadiri berbagai pihak yang berlatar belakang berbeda, diantaranya adalah KH. Hasib Wahab (Majlis Pengasuh Pont Pest Bahrul ‘Ulum),  Sutiaji (Wakil Walikota Malang), Moh. Zainuddin (Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang), hingga Taufiq Djalil (Ketua IKABU). 

Dalam sambutannya Ahsan Sutari selaku kepala sekolah MAN Tambakberas mengatakan bahwasahnya ide pendirian organisasi alumni MAN Tambakberas Jombang ini penting mengingat alumni MAN Tambakberas sendiri sangat besar, tercatat dalam dokumen Madrasah bahwa sejak tahun 1975 hingga 2015 alumni MAN Tambakberas berjumlah + 19.993 orang yang menggeluti di segala aspek kehidupan, mulai birokrasi pemerintah, aktifis pendidikan, gerakan sosial, hingga pengusaha.

“ Kekuatan Dahsyat tersebut jika dihimpun secara terorganisir tentulah dapat memberikan sumbangsih postif terhadap pengembangan dakwah pondok pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas”, papar Sutari.

Menanggapi gagasan pendirian organisasi alumni MAN Tambakberas, Gus Taufiq Abdul Jalil selaku ketua IKABU justru berharap keberadaan organisasi alumni MAN Tambakberas mampu mendorong pendirian organisasi serupa di unit-unit lembaga formal lain yang ada pada Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum yang nantinya bersama-sama IKABU akan menjadi sarana mengembangkan nilai luhur Bahrul ‘Ulum.

Melalui forum tersebut, lahirlah organisasi yang diberi nama IKA MANTAB (Ikatan Keluarga Alumni MAN Tambakberas) dengan Sutiaji sebagai ketua terpilih. Melalui sambutannya sosok yang juga pendiri HIMMABA (Himpunan Mahasiswa Malang Alumni Bahrul ‘Ulum) tersebut menegaskan bahwa keberadaan organisasi baru disini tetap merujuk pada bingkai Bahrul ‘Ulum yang dinahkodai oleh IKABU sebagai induk utama. Selain itu forum tersebut juga melahirkan keputusan untuk mengadakan silaturrahim akbar MAN Tambakberas yang direncakanan pada 24 Desember 2016 sebagai langkah awal dari IKA MANTAB untuk menujukkan eksistensi organisasinya.

Thursday, 2 June 2016

Review: HIMMABA Tinggalkan AD-ART ?

himmaba
Tahun lalu merupakan hari bersejarah bagi perkumpulan mahasiswa alumni Bahrul 'Ulum setelah terbentuknya FORMABU (Forum Mahasiswa Alumni Bahrul 'Ulum) sebagai induk seluruh HIMA/IMA BU. Terbentunya FORMABU pada awalnya memuai banyak kontra dari beberapa HIMA /IMA dengan salah satu alasan kekhawatiran berdampak besar bagi aturan HIMA/IMA yang jauh terlebih dahulu sudah ada dan telah berjalan. 

Permasalahan inilah yang pada akhirnya membuat sidang komisi B kongres FORMABU pertama memutuskan untuk memberi ruang gerak pada HIMA/IMA dengan memberikan.wewenang untuk mengatur rumah tangganya sendiri melaui PD-PRT. asal tidak melenceng dari AD-ART FORMABU.

Latar bekakang itulah yang pada akhirnya membuat HIMMABA melalui Kongres ke XI tetap  membahas Komisi B yang berkaitan tentang AD-ART organisasi. Guna menyesuaikan dengan statuta FORMABU yang juga mempunyai AD-ART sendiri, akhirnya diputuskan mengganti istilah AD-ART dengan PD-PRT organisasi. 

SPESIAL: 5 hal yang berubah di AD-ART HIMMABA

PERDEBATAN: Deklarasi Songgoriti dil Kongres HIMMABA VII melahirkan pro kontra HIMMABA Pusat 


Terlaksananya Kongres HIMMABA IX kemarin menghasilkan beberapa hasil yang tergolong baru bagi organisasi sebagaimana sesuai dengan prediksi dari redaksi Himmaba.com sebelumnya. Guna sebagai pemahaman apa saja beberapa pembahasan yang lahir dari Forum Tertinggi HIMMABA tersebut, spesial bagi pembaca Himmaba.com akan kami paparkan 5 hal utama yang berubah di AD-ART HIMMABA. Simak.
1. Nama
Setelah pro dan kontra istilah HIMMABA Pusat hingga berdampak munculnya FORMABU sebagai induk organisasi mahasiswa alumni PPBU akhirnya secara resmi statuta HIMMABA menafikan istilah Pusat alias bernostalgia dengan istilah pengurus Cabang sebagai komando tertinggi HIMMABA se Malang Raya. Pada periode sebelumnya (Nizar Cs) kepengurusan memang telah memakai nama HIMMABA cabang bahkan dilantik oleh FORMABU yang baru terbentuk. Akan tetapi dalam AD-ART HIMMABA saat itu tetap tertulis HIMMABA Pusat dan SK kepengurusan HIMMABA Pusat dikeluarkan oleh panitia Kongres VIII mengingat FORMABU bersama HIMMABA gagal menggelar kongres istimewa sebagai penyesuaian AD-ART HIMMABA dengan FORMABU.

Dengan terlaksanakan forum tertinggi HIMMABA tersebut, akhirnya secara resmi HIMMABA memutuskan untuk dependen kepada strutural Bahrul 'Ulum melalui Badan Otonom IKABU yang tidak lain adalah FORMABU sendiri. Alhasil istilah AD-ART tergantikan oleh PD-PRT dan sistem pengangatan tidak lagi memakai SK dari panitia Kongres (KONFERCAB: Sekarang) melainkan dari FORMABU langsung.
2. Keanggotaan
setelah tak ada pemisah antara orang yang berjasa pada HIMMABA termasuk alumni dengan mahasiswa non Bahrul 'Ulum yang aktif di HIMMABA. Akhirnya secara resmi keanggotaan HIMMABA berubah, alumni dan orang yang berjasa digolongkan anggota istimewa sementara mahasiswa non alumni Bahrul 'Ulum yang aktif dimasukkan pada kategori anggota luar biasa yang merupakan istilah anggota baru. Sementara dua keanggotaan lainnya tetap memiliki makna sama yaitu anggota kehormatan dan anggota biasa.

3. Struktur organisasi
secara resmi strutur organisasi HIMMABA berubah mengikuti keputusan pengembalian istilah HIMMABA Cabang, dimana FORMABU sebagai induk organisasi HIMA /IMA BU merangsep pada jajaran pelindung HIMMABA bersama para masyayikh PPBU, Yaysan PPBU, serta IKABU.

4. Forum organisasi
Mengingat istilah AD-ART tergantikan oleh PD-PRT yang harus merujuk pada AD-ART FORMABU sebagai acuan utama seluruh HIMA / IMA BU akhirnya memberi efek samping pada penamaan forum HIMMABA. istilah Kongres HIMMABA yang merupakan forum tertinggi organisasi tergantikan oleh istilah Konferensi Cabang (KONFERCAB), sementara istilah Konferensi HIMMABA sebagai forum tertinggi Komisariat HIMMABA direvisi menjadi Konferensi Komisariat (KONFERKOM). Sementara dua istilah lain Kongres Istimewa dan Konferensi Istimewa digantikan oleh KONFERCAB Luar Biasa dan KONFERKOM Luar Biasa, adapun istilah musyawarah tetap dipakai sebagai forum bersifat insidentil.

5. Identitas organisasi
Ditambahnya lagu wajib organisasi HIMMABA yang tiada lain adalah Hubbul Wathon menjadi hal baru yang lahir dalam Kongres HIMMABA. Selain itu penambahan kode 7 dalam KTA HIMMABA untuk kampus-kampus yang tidak dipaparkan (selain UM, UIN, UB, ITN, UMM, POLTEK) menjadi pelengkap berubahnya identitas HIMMABA.

Wednesday, 1 June 2016

Review: HIMMABA Cetuskan Lagu Wajib Organisasi ?

NOSTALGIA: Makam Mbah Wahab Tempo dulu
Guna sebagai perwujudan organisasi yang cinta pada tanah berkebangsaan. Akhirnya melalui forum tertinggi, HIMMABA memutuskan untuk meresmikan lagu wajib organisasi. Tidak tanggung tanggung lagu Hubbul Wathon atau yang kerap disebut Ya Lal Wathan ciptaan Almaghfurullah Mbah Wahab Hasbullah didaulat sebagai lagu wajib yang harus dihafal serta dihayati seluruh anggota HIMMABA.

Pemilihan lagu Hubbul Wathon selain sebagai wujud cinta tanah air juga sebagai wujud tawadhu' dan tabarruq pada Almaghfurullah Mbah Wahab Hasbullah selaku salah satu masyayikh PPBU.

Sebelum didaulat sebagai lagu wajib yang dicatat dalam PD-PRT, sebelumnya bahkan ada yang mengusulkan pula untuk menjadikan lagu Hubbul Wathon sebagai mars HIMMABA. Namun karena alasan sebuah mars harus mencerminkan gambaran organisasi secara tersurat atau tersirat maka tidak mungkin menjadikan lagu yang juga pernah didaulat sebagai mars Syubannul Wathon sebagai mars HIMMABA, alhasil usulan untuk menjadikan lagu tersebut sebagai lagu wajib organisasi merupakan ide yang pas.

Forum Tertinggi Terlaksana, Keanggotaan HIMMABA Berubah

Forum Tertinggi Terlaksana, Keanggotaan HIMMABA Berubah
Kekerabatan 'Dulur" HIMMABA
Super, itulah kata yang tepat bagi HIMMABA usai Kongres IX kemarin, dimana dalam forum terbesar HIMMABA tersebut melalui hasil sidang komisi B tentang AD-ART dibahaslah lebih lanjut tentang pembahasan keanggotaan HIMMABA yang belum menemukan titik temu terkait anggota istimewa.

Selama ini cangkupan anggota istimewa terlalu umum, tak ada pembeda status antara orang yang berjasa pada HIMMABA dengan mahasiswa non alumni Bahrul 'Ulum yang aktif di HIMMABA, bahkan posisi alumni tak tertulis jelas di keanggotaan.

Latar belakang itulah yang pada akhirnya membuat perubahan besar terkait keanggotaan HIMMABA dimana setelah melalui perdebatan serius di Komisi B serta sidang pleno, akhirnya diputuskan anggota HIMMABA terdiri dari 4 anggota meliputi; anggota kehormatan, anggota istimewa, anggota biasa, serta anggota luar biasa.

Kategori anggota kehormatan dan anggota biasa tetap sama alias tidak ada perubahan. Sementara perubahan besar terlihat pada posisi alumni yang semula tidak jelas, dimana alumni HIMMABA dan orang yang berjasa pada HIMMABA digolongkan kategori anggota istimewa, adapun mahasiswa non alumni PPBU yang aktif di HIMMABA bukan lagi tergolong anggota istimewa melainkan digolongkan pada istilah baru yakni anggota luar biasa.