Thursday, 2 June 2016

Review: HIMMABA Tinggalkan AD-ART ?

Tahun lalu merupakan hari bersejarah bagi perkumpulan mahasiswa alumni Bahrul 'Ulum setelah terbentuknya FORMABU (Forum Mahasiswa Alumni Bahrul 'Ulum) sebagai induk seluruh HIMA/IMA BU. Terbentunya FORMABU pada awalnya memuai banyak kontra dari beberapa HIMA /IMA dengan salah satu alasan kekhawatiran berdampak besar bagi aturan HIMA/IMA yang jauh terlebih dahulu sudah ada dan telah berjalan. 

Permasalahan inilah yang pada akhirnya membuat sidang komisi B kongres FORMABU pertama memutuskan untuk memberi ruang gerak pada HIMA/IMA dengan memberikan.wewenang untuk mengatur rumah tangganya sendiri melaui PD-PRT. asal tidak melenceng dari AD-ART FORMABU.

Latar bekakang itulah yang pada akhirnya membuat HIMMABA melalui Kongres ke XI tetap  membahas Komisi B yang berkaitan tentang AD-ART organisasi. Guna menyesuaikan dengan statuta FORMABU yang juga mempunyai AD-ART sendiri, akhirnya diputuskan mengganti istilah AD-ART dengan PD-PRT organisasi. 

SPESIAL: 5 hal yang berubah di AD-ART HIMMABA

PERDEBATAN: Deklarasi Songgoriti dil Kongres HIMMABA VII melahirkan pro kontra HIMMABA Pusat 


Terlaksananya Kongres HIMMABA IX kemarin menghasilkan beberapa hasil yang tergolong baru bagi organisasi sebagaimana sesuai dengan prediksi dari redaksi Himmaba.com sebelumnya. Guna sebagai pemahaman apa saja beberapa pembahasan yang lahir dari Forum Tertinggi HIMMABA tersebut, spesial bagi pembaca Himmaba.com akan kami paparkan 5 hal utama yang berubah di AD-ART HIMMABA. Simak.
1. Nama
Setelah pro dan kontra istilah HIMMABA Pusat hingga berdampak munculnya FORMABU sebagai induk organisasi mahasiswa alumni PPBU akhirnya secara resmi statuta HIMMABA menafikan istilah Pusat alias bernostalgia dengan istilah pengurus Cabang sebagai komando tertinggi HIMMABA se Malang Raya. Pada periode sebelumnya (Nizar Cs) kepengurusan memang telah memakai nama HIMMABA cabang bahkan dilantik oleh FORMABU yang baru terbentuk. Akan tetapi dalam AD-ART HIMMABA saat itu tetap tertulis HIMMABA Pusat dan SK kepengurusan HIMMABA Pusat dikeluarkan oleh panitia Kongres VIII mengingat FORMABU bersama HIMMABA gagal menggelar kongres istimewa sebagai penyesuaian AD-ART HIMMABA dengan FORMABU.

Dengan terlaksanakan forum tertinggi HIMMABA tersebut, akhirnya secara resmi HIMMABA memutuskan untuk dependen kepada strutural Bahrul 'Ulum melalui Badan Otonom IKABU yang tidak lain adalah FORMABU sendiri. Alhasil istilah AD-ART tergantikan oleh PD-PRT dan sistem pengangatan tidak lagi memakai SK dari panitia Kongres (KONFERCAB: Sekarang) melainkan dari FORMABU langsung.
2. Keanggotaan
setelah tak ada pemisah antara orang yang berjasa pada HIMMABA termasuk alumni dengan mahasiswa non Bahrul 'Ulum yang aktif di HIMMABA. Akhirnya secara resmi keanggotaan HIMMABA berubah, alumni dan orang yang berjasa digolongkan anggota istimewa sementara mahasiswa non alumni Bahrul 'Ulum yang aktif dimasukkan pada kategori anggota luar biasa yang merupakan istilah anggota baru. Sementara dua keanggotaan lainnya tetap memiliki makna sama yaitu anggota kehormatan dan anggota biasa.

3. Struktur organisasi
secara resmi strutur organisasi HIMMABA berubah mengikuti keputusan pengembalian istilah HIMMABA Cabang, dimana FORMABU sebagai induk organisasi HIMA /IMA BU merangsep pada jajaran pelindung HIMMABA bersama para masyayikh PPBU, Yaysan PPBU, serta IKABU.

4. Forum organisasi
Mengingat istilah AD-ART tergantikan oleh PD-PRT yang harus merujuk pada AD-ART FORMABU sebagai acuan utama seluruh HIMA / IMA BU akhirnya memberi efek samping pada penamaan forum HIMMABA. istilah Kongres HIMMABA yang merupakan forum tertinggi organisasi tergantikan oleh istilah Konferensi Cabang (KONFERCAB), sementara istilah Konferensi HIMMABA sebagai forum tertinggi Komisariat HIMMABA direvisi menjadi Konferensi Komisariat (KONFERKOM). Sementara dua istilah lain Kongres Istimewa dan Konferensi Istimewa digantikan oleh KONFERCAB Luar Biasa dan KONFERKOM Luar Biasa, adapun istilah musyawarah tetap dipakai sebagai forum bersifat insidentil.

5. Identitas organisasi
Ditambahnya lagu wajib organisasi HIMMABA yang tiada lain adalah Hubbul Wathon menjadi hal baru yang lahir dalam Kongres HIMMABA. Selain itu penambahan kode 7 dalam KTA HIMMABA untuk kampus-kampus yang tidak dipaparkan (selain UM, UIN, UB, ITN, UMM, POLTEK) menjadi pelengkap berubahnya identitas HIMMABA.

Wednesday, 1 June 2016

Review: HIMMABA Cetuskan Lagu Wajib Organisasi ?

NOSTALGIA: Makam Mbah Wahab Tempo dulu
Guna sebagai perwujudan organisasi yang cinta pada tanah berkebangsaan. Akhirnya melalui forum tertinggi, HIMMABA memutuskan untuk meresmikan lagu wajib organisasi. Tidak tanggung tanggung lagu Hubbul Wathon atau yang kerap disebut Ya Lal Wathan ciptaan Almaghfurullah Mbah Wahab Hasbullah didaulat sebagai lagu wajib yang harus dihafal serta dihayati seluruh anggota HIMMABA.

Pemilihan lagu Hubbul Wathon selain sebagai wujud cinta tanah air juga sebagai wujud tawadhu' dan tabarruq pada Almaghfurullah Mbah Wahab Hasbullah selaku salah satu masyayikh PPBU.

Sebelum didaulat sebagai lagu wajib yang dicatat dalam PD-PRT, sebelumnya bahkan ada yang mengusulkan pula untuk menjadikan lagu Hubbul Wathon sebagai mars HIMMABA. Namun karena alasan sebuah mars harus mencerminkan gambaran organisasi secara tersurat atau tersirat maka tidak mungkin menjadikan lagu yang juga pernah didaulat sebagai mars Syubannul Wathon sebagai mars HIMMABA, alhasil usulan untuk menjadikan lagu tersebut sebagai lagu wajib organisasi merupakan ide yang pas.

Forum Tertinggi Terlaksana, Keanggotaan HIMMABA Berubah

Super, itulah kata yang tepat bagi HIMMABA usai Kongres IX kemarin, dimana dalam forum terbesar HIMMABA tersebut melalui hasil sidang komisi B tentang AD-ART dibahaslah lebih lanjut tentang pembahasan keanggotaan HIMMABA yang belum menemukan titik temu terkait anggota istimewa.

Selama ini cangkupan anggota istimewa terlalu umum, tak ada pembeda status antara orang yang berjasa pada HIMMABA dengan mahasiswa non alumni Bahrul 'Ulum yang aktif di HIMMABA, bahkan posisi alumni tak tertulis jelas di keanggotaan.

Latar belakang itulah yang pada akhirnya membuat perubahan besar terkait keanggotaan HIMMABA dimana setelah melalui perdebatan serius di Komisi B serta sidang pleno, akhirnya diputuskan anggota HIMMABA terdiri dari 4 anggota meliputi; anggota kehormatan, anggota istimewa, anggota biasa, serta anggota luar biasa.

Kategori anggota kehormatan dan anggota biasa tetap sama alias tidak ada perubahan. Sementara perubahan besar terlihat pada posisi alumni yang semula tidak jelas, dimana alumni HIMMABA dan orang yang berjasa pada HIMMABA digolongkan kategori anggota istimewa, adapun mahasiswa non alumni PPBU yang aktif di HIMMABA bukan lagi tergolong anggota istimewa melainkan digolongkan pada istilah baru yakni anggota luar biasa.

Resmi: Muvid Ketua HIMMABA Cabang 2016-2017

CONGRATS: Ketua terbaru HIMMABA Cabang, sedulur Muvid
Kongres HIMMABA IX selain berhasil pengaturan ulang statuta organisasi juga memiliki keberhasilan lain, dimana dalam kongres yg dilaksanakan di Tlekung kemarin resmi menetapkan komandan baru HIMMABA Cabang 2016-2017 yakni Ahmad Muvid (UM).

Terpilihnya Muvid sebagai ketua HIMMABA cabang kesembilan merupakan kedua kalinya bagi komisariat UM mendelegasikan anggotanya sebagai ketua cabang sejak era millenium pasca terbentuknya FK-2. Sebelumnya sedulur Ahsanuddin yang juga dari UM merupakan ketua HIMMABA cabang pertama. Uniknya kedua ketua tersebut sebelum menjadi ketua cabang sama sama menjabat sebagai ketua HIMMABA komisariat UM.

Dalam pemilihan secara tertutup menggunakan sistem persidangan, Muvid berhasil unggul telak atas pesaingnya Dimas (UB) dan Awifa (UIN). Sebelumnya Nizar (UIN) selaku ketua demisioner juga lolos dari bakal calon ketua namun setelah terkendala aturan FORMABU tentang ketua demisioner tidak boleh menjabat lagi maka ia pun tidak lolos.

Dalam sambutannya Muvid menuturkan perlunya bantuan bimbingan dari para senior senior HIMMABA khususnya pengurus demisioner. Selain memiliih ketua baru Kongres XI tersebut juga menghasilkan keputusan penentuan formatur untuk penyusunan kepengurusan terbaru dimana Muvid selaku ketua terpilih dan Nizar selaku demisioner dipilih sebagai tim formatur, adapun keduanya bekerjasama memilih 5 anggota lain untuk dimasukkan tim formatur.

Thursday, 26 May 2016

RESMI: Pelaksanaan KONFERCAB HIMMABA IX

RESMI: Pelaksanaan KONFERCAB HIMMABA IX
EFEK : Istilah Kongres HIMMABA berubah seiring berdirinya FORMABU

Organisasi yang baik adalah yang mampu menjaga tradisi mandataris organisasi guna pengembangan potensi sumber daya keanggotaan suatu organisasi. Alasan inilah yang pada akhirnya menuntut sebuah kepengurusan organisasi untuk berusaha mengupayakan terbentuknya sebuah kepengurusan baru, termasuk HIMMABA sendiri yang tidak lain merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan.

Setelah melalui perdebatan panjang dan ketidakpastiaan pelaksanaan konferensi cabang (Dulu; Kongres) HIMMABA, akhirnya minggu ini resmi pihak kepanitiaan mengumumkan bahwa forum tertinggi HIMMABA tersebut akan dilaksanakan ahir pekan ini.

"KONFERCAB HIMMABA akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 Mei 2016, forum ini tidak boleh molor lagi" Papar Muvid selaku ketua pelaksana.

Keputusan waktu pelaksanaan konferensi Cabang HIMMABA IX mendapat sambutan positif dari Affan selaku wakil ketua HIMMABA Cabang 2013, dalam wawancara oleh redaksi himmaba.com ia mengatakan bahwa forum tertinggi tersebut sangat perlu untuk segera dilaksanakan guna penyesuaian statuta HIMMABA pasca FORMABU terbentuk.

Selain itu sosok yang kini menjabat sebagai koordinator Divisi Pengembangan Organisasi FORMABU 2015-2017 juga menegaskan bahwa forum tertinggi HIMMABA tersebut perlu mengkaji seputar posisi alumni dalam keanggotaan HIMMABA guna sebagai penjelas status alumni. Sekedar review bahwa dalam Kongres VIII (KONFERCAB; sekarang) melalui sidang komisi B hanya mengatakan bahwa keanggotaan HIMMABA terdiri dari Anggota istimewa (Masyayikh PPBU, Pembina), Anggota biasa (Alumni PPBU), dan Anggota istimewa (orang yang berjasa pada organisasi)

Adapun terkait tempat pelaksanaan Konfrensi Cabang HIMMABA pihak Pengurus HIMMABA Cabang melalui wakilnya ‘Aufal Musthofa’ mengkonfirmasi bahwa Agenda akan dilaksanakan di Tlekung, Junrejo, Batu. (rnm/red)