Monday, 6 July 2015

Bimbingan Test Jalur Mandiri Tulis UIN MALIKI MALANG

Bimbingan Test Jalur Mandiri Tulis UIN MALIKI MALANG

Tuesday, 26 May 2015

Gaya Kepemimpinan Abnormal

Gaya kepemimpinan Abnormal

    Dalam sebuah kepemimpinan, janganlah bagi kita terlalu ber-wishfull thinking , dimana seorang masyarakat mengidealisasikan tokoh pemimpin dengan sebutan gagah perwira, bagus, berkepribadian sekokoh banteng, memiliki mata magnetis dan atribut lainnya yang terlalu muluk.

    Yang paling penting bagi kita adalah :
  1. Seorang pemimpin yang baik dan bijaksana dengan penuh kemanusiaan
  2. Tidak menempatkan individu-individu yang egois dan overambisius, yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi dan gila kekuasaan
  3. Tidak membela bahkan mengangkat pemimin yang tidak mengemban tanggungjawab
Struktur masyarakat modern di dalam sebuah negeri “beriklim” demokratis memungkinkan tiap individu yang sangat ambisius untuk menduduki kursi kepemimpinan. Dalam hal ini, orang yang berambisius melakukan penonjolan diri terhadap hal-hal yang mereka anggap sulit dan di luar kemampuannya. Usaha ini bisa saja berhasil dan diselimuti dengan mental superior mereka, akan tetapi orang bersangkutan juga bisa merasakan kegagalan yang memperlihatkan keasliannya.

Efesiensi kepemimpinan jangan diukur hanya dengan kriteria material, finansial, dan produktifitas yang menguntungkan bagi suatu kelompok, namun lebih dikaitkan kepada tujuan manusiawi dan keterampilan sosial baik antara atasan dengan bawahan ataupun dengan kelompok lain.

Orang-orang yang memiliki ambisius dan egois tinggi dalam memimpin tidak akan dapat membudayakan kehidupan lembaga atau kelompoknya. Sebab, mereka akan:

a.    Merusak iklim psikis yang baik
b.    Menurunkan produktivitas dan semangat kerja
c.    Menambah frustasi anggota
d.    Menimbulkan banyak konflik
e.    Menyebabkan keresahan sosial

Hendaknya para pemimpin memahami bahwa ketika ada rakyatnya yang bertingkah laku menyimpang secara sosial, abnormal penampilannya, dan kriminal tindakannya, supaya dicari penyebab kondisi yang menurut para ahli merupakan situasi sosial yang diciptakan sendiri oleh pemimpin tersebut.

Napoleon pernah berkata, “there are no bad soldiers, only bad officers.” Ketidakmampuan soerang pemimpin melakukan fungsinya, ditambah dengan perangai yang buruk, dan egoisme, akan memunculkan suasana tidak sehat di tengah anak buahnya. Sehingga akan terjadi tidak patuh, tidak disiplin, dan bertindak kriminal.

Oleh:  Syahdean Awifa R  (Koord. Div. Humas HIMMABA Koms UIN Maliki 2014-2015)

Monday, 4 May 2015

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)


GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Regenerasi Kepemimpinan HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang
HIMMABA merupakan salah satu organisasi pondok pesantren yang memfokuskan diri pada rana sosial masyarakat. Hal inilah yang pada akhirnya menuntut HIMMABA untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik, salah satu caranya adalah melakukan regenerasi kepengurusan demi terciptanya perkembangan organisasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Kebutuhan akan regenerasi itulah yang pada akhirnya membuat HIMMABA Komisariat UIN Maliki senantiasa berusaha merevisi kepengurusan tiap tahun. Sejak HIMMABA diberlakukan sistem komisariat-komisariat pada awal 2000-an, sampai saat ini HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang sudah melakukan regenerasi kepengurusan selama 16 kali periode. Berikut daftar ketua HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang sejak awal periode pertama di awal 2000-an sampai saat ini, simak.

1. Abdullah Mudzakir (1999-2000)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Dakir
Beliau merupakan ketua HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang (STAIN:Dulu) periode pertama. Sosok yang berasal dari “Kota tahu” ini merupakan salah satu penggagas sistem komisariat-komisariat pada beberapa kampus di Malang Raya. Kepengurusan “Cak Dakir” ini disahkan oleh kepengurusan HIMMABA Malang Raya pada zaman Sedulur Masyhuda. Pada periode pertama kepengurusan ini rana gerak organisasi selain difokuskan pada hal regenerasi dan pengkaderan juga yang lebih menjadi perhatian adalah perangkat organisasi, dalam hal ini adalah sistem administrasi organisasi mengingat pada masa ini merupakan awal masa orde baru HIMMABA. Alhasil setelah terbentuknya sistem komisariat di HIMMABA, setelah itu terbentuk juga sistem yang mengomandoi beberapa komisariat-komisariat yang disebut FKK (forum Komunikasi Komisariat). Forum tersebut merupakan cikal bakal lahirnya Kepengurusan HIMMABA Pusat / HIMMABA Cabang. Adapun Cak Dakir sendiri merupakan ketua dari FKK tersebut.

2. Ikhwan Haji (2000-2002)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Ikhwan
“Cak Ikhwan” merupakan satu-satunya ketua HIMMABA yang menjabat kepengurusan selama dua periode kepengurusan. Periode pertama (2000-2001) dijalani usai beliau resmi terpilih sebagai ketua HIMMABA Komisariat STAIN (UIN:Sekarang) menggantikan Cak Abdullah Mudzakir. Pada periode pertama ini salah satu gebrakan cak ikhwan adalah pengadaan Diklat Jurnalistik pertama kali dimana melalui diklat tersebut HIMMABA mampu menggandeng pihak Radar Malang. Pada periode kedua beliau (2001-2002) cak ikhwan cs juga melakukan inovasi dalam HIMMABA yakni pengadaan pemilu raya HIMMABA untuk pertama kalinya.  Diantara program kerja lain yang terdapat pada masa cak ikhwan antara lain seperti: Lomba Puisi tingkat SMP se Malang Raya, Gebyar olahraga antar OMIK dan OMEK STAIN Malang, eL-OMt, Dialog Interaktif  bertemakan " Eksistensi Budaya Pesantren yang Demokratis Hegemonik dan generasi Efectnya terhadap Out Put Pesantren dalam Persaingan Global " yang di narasumberi oleh  Drs. Zainuddin, MA (Pembina HIMMABA, Sekarang: Pembantu Rektor Bidang Akademik UIN Maliki), Hasanuddin Wahid, S.Ag (Ketua PMII Cabang Malang), Yunus Nasuha, S.Ag, serta Drs. Yahya Dja'far, MA. Selain itu program lain yang terlaksana pada periode ini adalah kunjungan ke kantor Media Massa Surya dan Jawa Pos yang sebagai follow up  dari program Diklat Jurnalistik.

3. Anang Sugiarto (2002-2003)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Mas Anang
“Cak Anang” merupakan ketua HIMMABA pertama yang terpilih melalui format pemilihan dengan sistem pemilu raya. Pada masa periode keempat ini, terlaksanakanlah beberapa program kerja unggulan sepertihalnya HIMMABA In Live yang diisi Dialog Kepemimpinan bersama Prof. Dr. H. Mahfudz MD, dimana pada saat itu menjabat sebagai Ketua DPP PKB serta 2. DR. Mohammad Widodo, SE., MBA., MA., P.hD selaku Managing Director School Of Islam Wali Aminah International. Dialog bertemakan "Merajut Kembali Nilai-Nilai Moral Budaya Bangsa" tersebut diketuai oleh sedulur Dwi Hidayatul Firdaus dan Misbahul Munir sebagai sekretarisnya. Selain program Dialog kepemimpinan, pada periode ini juga terlaksana beberapa kegiatan sepertihalnya Apreasi Seni Kader, Temu Kader Raya Alumni Bahrul ‘Ulum Se-Jawa, TIR, eL-OMt, serta Ta’aruf HIMMABA.

4. Dwi Hidayatul Firdaus (2003-2004)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Mas Daus
Terpilihnya sedulur Firdaus sebagai ketua HIMMABA Komisariat UIN periode lima tidak lepas dari kinerjanya sebagai ketua panitia HIMMABA In Live yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan “Cak Anang”. Pada masa kepemimpinan sedulur Fidraus, HIMMABA tetap dipertahankan eksistensinya dalam rana kampus UIN Maliki Malang. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya program Kerja “Day Of HIMMABA” yang diisi dengan Kegiatan  Seminar Budaya bertemakan "Eksistensi Budaya Bangsa Dalam Perubahan Sosio Kultural" yang diisi oleh Zawawi Imron (Sastrawan "Celurit Emas") dan Prof. Ihsan (Budayawan UM). Selain diisi dengan seminar, rangkaian lain dari Day Of HIMMABA antara lain seperti Apresiasi seni  HIMMABA, serta Lomba Puisi tingkat SLTP Se-Jatim. Program lain yang terlakasana pada masa kepemimpinan “Cak Daus” antara lain seperti TIR, eL-OMt, Temu Kader, serta Ta’aruf. Dalam periode ini terdapat hal yang menarik yaitu keberhasilan menyelenggarakan Kongres HIMMABA II yang mempunyai tujuan untuk membentuk kepengurusan HIMMABA Cabang Malang usai dipegang sementara oleh FKK (Forum Komunikasi Komisariat). Dalam Kongres HIMMABA Ke-II tersebut, Sedulur Dwi Hidayatul Firdaus juga menjabat sebagai sekretaris kepanitiaan.

5. Mohammad Masyhur (2004-2005)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Masyhur
Beliau merupakan sosok yang berasal dari kota “soto”, terpilihnya Mohammad Masyhur sebagai ketua HIMMABA Periode VI tidak lepas dari pengalaman organisasi yang telah dilaluinya seperti halnya Ketua HMJ PAI UIN Malang, PMII Rayon Chondrodimuko, hingga sebagai Sekretaris Day Of HIMMABA yang dilaksanakan pada masa periode kepemimpinan Sedulur “Cak Daus”. Diantara program yang terlaksana pada masa kepemimpinan sosok yang kini menjadi ketua PC ANSOR Lamongan antara lain seperti Bedah VCD Perayaan natal antara dogma dan toleransi, eL-OMt, Pengadaan Buletin Lensa HIMMABA, hingga Diskusi Intelektual. 

6. Saifuddin Zuhri (2005-2006)
GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Saifuddin Z
Pada masa kepemimpinan sedulur Saifuddin Zuhri, HIMMABA kembali membuktikan eksistensinya sebagai organisasi bernuansa sosial kemasyarakatan, hal ini dibuktikan dengan diadakannya program “Do It For Jogja” sebagai kepedulian atas bencana gempa jogja ditahun 2006 lalu. Dalam program tersebut HIMMABA menggandeng BEM UIN Maliki Malang sebagai partner kerja, dimana program tersebut diisi dengan Penggalangan Dana di Jalan Raya, Konser Amal Melibatkan Band Se-Malang Raya, serta Doa Bersama yang dipimpin oleh KH. Marzuqi Mustamar (Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek). Program kerja lain yang terlaksana pada masa ini antara lain seperti Bimbingan TIR, eL-OMt, Bazar Buku, Pengadaan Buletin Lensa, Bakti Sosial Pembagian Daging Kurban, Halal Bi Halal, hingga Ziarah Wali Lima.

7. Munirul Ikhwan AS (2006-2007)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Bang Munir
Pada masa kepemimpinan “Cak Munir” kembali muncul istilah program HIMMABA In Live yang merupakan penggabungan dari beberapa program kerja kepengurusan seperti halnya Istighosah Kubra, Kemah Kader / Ta’aruf, serta Bakti sosial. Hal yang menarik pada masa periode VIII ini adalah adanya Gerakan Demontrasi pada YPPBU (Yayasan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum) terkait pro kontra tentang pendirian IKABU sebagai induk utama organisasi alumni Bahrul ‘Ulum. Gebrakan yang tergolong ekstrim tersebut dikoordinatori oleh sedulur Wawan Sulthon Fauzi. Program lain yang terlaksana pada masa ini antara lain seperti Bazar dan Penyambutan Wisuda, eL-OMt, hingga Bimbingan TIR.


8. Mohammad Khoiron (2007-2008)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Khoiron
Pada masa kepemimpinan sedulur Mohammad Khoiron, HIMMABA mulai diarahkan kembali menuju rana pengembangan keagamaan. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya beberapa kegiatan bernuansa keagamaan seperti halnya pengadaan bimbingan dan Pelatihan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PG-TPQ), dan pengadaan pengajian ramadhan.  Selain itu upaya pengelolaan TPQ pada beberapa Masjid dan Mushollah juga menjadi hal yang mulai diperhatikan. Prorgam kerja lain yang terlaksana pada periode ini antara lain seperti HIMMABA In Live sebagai media Ta’aruf antar anggota HIMMABA, eL-OMt, Bazar dan Penyambutan Wisuda, hingga Bimbingan TIR.

9. Abdul Hakim / Moh. Muhib Amrullah (2008-2009)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Hakim
GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Muhib
Pada periode kesepuluh ini terjadi hal yang unik pada HIMMABA, dimana pada periode ini untuk pertama kalinya HIMMABA dipimpin oleh dua armada yang berbeda. Sedulur Abdul Hakim merupakan ketua HIMMABA periode kesepuluh yang terpilih berkat Pemilu Raya HIMMABA yang disepakati berdasarkan Hasil Konferensi Ke-IX. Akan tetapi belum genap satu kepengurusan, sedulur Abdul Hakim mengundurkan diri sebagai ketua HIMMABA Komisariat UIN Malang, keputusan Sedulur Abdul Hakim ini disebabkan karena faktor jenjang perkuliahan dimana ia memutuskan diri untuk pindah dari kampus UIN Malang ke sebuah kampus di kota kelahirannya. Kondisi inilah yang pada akhirnya menyebabkan adanya gagasan untuk mengadakan Konferensi Istimewa HIMMABA Komisariat UIN Malang. Namun Hingga Akhir kepengurusan gagasan ini gagal terealisasi. Alhasil sejak awal september 2009, kepemimpinan tertinggi HIMMABA Komisariat UIN Malang pada saat itu pun dipegang oleh Sedulur Moh. Muhib Amrulloh yang sebelumnya berstatus sebagai wakil ketua HIMMABA Komisariat UIN Malang. Pada masa periode ini terlaksanakanlah beberapa kegiatan seperti halnya eL-OMt, HIMMABA In Live, TIR, Diklat Jurnalistik, Ta’aruf HIMMABA, hingga Bazar dan Penyambutam Wisuda.

10. Aly Syukron (2009-2010)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Cak Syukron
Terpilihnya sedulur Aly Syukron sebagai ketua HIMMABA Periode XI tidak lepas dari pengalamannya sebagai Badan Pengurus Harian (BPH) HIMMABA Komisariat UIN Malang pada periode sebelumnya, dimana ketika itu ia menjabat sebagai sekretaris HIMMABA Komsiariat UIN Maliki. Diantara program kerja yang terlaksana pada masa kepemimpinan sedulur Aly Syukron antara lain seperti Bimbingan TIR yang diketuai oleh sedulur Taufiqurrohman Huri, eL-OMt, hingga Bazar dan Penyambutan Wisuda 

11. Taufiqurrohman Huri (2010-2011)

Bang Taufiq "Slow"
Pada masa kepemimpinan sedulur Taufiqurrohman, HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang mengalami peningkatan dalam hal pengkaderan daripada periode sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Mahasiswa Baru (MABA) HIMMABA 2011 yang dapat dirangkul oleh kepengurusan,  walaupun pada masa ini tidak terdapat program kerja bimbingan TIR yang seringkali dijadikan sebagai wahana untuk merangkul kader. Pada masa periode ini, kembali diadakanlah Kongres HIMMABA Ke IV yang merupakan titik balik hidupnya kepengurusan HIMMABA Cabang, usai vakum sejak tahun 2004. Selain itu pada masa ini pula untuk pertama kalinya diadakanlah kegiatan Gathering Nasional HIMMABA Se-Malang Raya, dimana kegiatan tersebut diambil alih langsung oleh Kepengurusan HIMMABA Cabang. Adapun beberapa program kerja lain yang diadakan pada masa ini antara lain seperti Buka Bersama Feat UKM TK2 UIN Maliki Malang, Halal Bi Halal, eL-OMt, Bazar dan Penyambutan Wisuda, hingga Peringatan Harlah HIMMABA Ke-29 yang bekerja sama dengan warga masyarakat Sumbersari.


12. Fahri Ahmad Safar (2011-2012)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Kang Fahri
Terpilihnya sedulur Fahri sebagai ketua HIMMABA berdasarkan hasil dari Konferensi HIMMABA Ke-XII yang dilaksanakan di SMA Wahid Hasyim Dinoyo. Program Kerja pada masa kepemipinan sedulur Fahri, tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelunya, sepertihalnya adanya TIR, eL-OMt, Ta’aruf, hingga Bazar dan Penyambutan Wisuda. Adapun perbedaannya hanya terletak pada Kegiatan Ta’aruf HIMMABA, dimana kegiatan tersebut dipisah sendiri dengan kegiatan Gathering Nasional HIMMABA yang digagas oleh kepengurusan Cabang.  Hal yang unik pada kepengurusan periode ini adalah bahwa kepengurusan periode kali ini terdiri dari satu angkatan saja yaitu angkatan 2010. Pada masa kepemimpinan sedulur Fahri ini mengalami peningkatan dalam hal keuangan organisasi daripada periode sebelumnya.

13. Mohammad Arif Luqman Hakim (2013)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Kang Arif "Mewa"
Sedulur M. Arif Luqman Hakim atau yang biasa dikenal dengan “Mewa” merupakan ketua HIMMABA Komisariat UIN Maliki Malang Periode XIII yang terpilih berdasarkan hasil pemungutan suara pada Konferensi HIMMABA UIN Ke XIII yang dilaksanakan di Gedung Ranting Muslimat Dinoyo, dimana ia berhasil menyingkirkan tiga pesaingnya, sedulur M. Hanief Muslikh, M. Riris El Yusi, dan Rizal nanda maghfiroh
. Periode kepengurusan edisi tiga belas ini tergolong unik dimana pelantikan kepengurusan yang digalang oleh sedulur “Mewa” ini bertepatan dengan Hari Lahir HIMMABA yakni tanggal 13 Desember 2012.  Pada masa kepemimpinan sedulur M. Arif Luqman ini mulailah kembali dicanangkan program HIMMABA online yang vakum pada kepengurusan sebelumnya melalui pengadaan web resmi HIMMABA, dan jejaring sosial resmi organisasi semacam Facebook dan Twitter. Selain itu pada kepengurusan periode XIII ini juga berlangsung beberapa kegiatan semacam Pengadaan kembali Diklat Jurnalistik yang tidak dilaksanakan pada empat kepengurusan terakhir,  Panggung Bebas HIMMABA Feat UKM TK2 UIN Maliki, serta RIH (Rihlah Ilmiah HIMMABA) di Candi Badut. Selain tiga kegiatan tersebut, kegiatan lainnya pada masa kepemimpinan Sedulur M. Arif Luqman tak jauh beda dengan kepengurusan sebelumnya  seperti Pelatihan eL-OMt, TIR, maupun Ta’aruf Komisariat. 

14. Mohammad Dawud Zahiruddin (2014-2015)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Kang Dawud "Boks"
Sedulur Dawud atau yang biasa dikenal dengan “Boks” merupakan ketua HIMMABA UIN Ketiga belas yang terpilih berdasarkan votting  suara pada Konferensi HIMMABA UIN XIV di Gedung SMA Wahid Hasyim Dinoyo. Terpilihnya sedulur Dawud sebagai Armada HIMMABA UIN Ke-XIII menyingkirkan sedulur M. Habibur Rochman dan Nizarur Rohman. Pada masa kepemimpinannya muncul kembali istilah Dies Natalis HIMMABA yang merupakan gabungan dari beberapa program kerja kepengurusan meliputi Diklat Jurnalistik Feat Radar Malang, Ziarah Wali lima, serta Lomba TPQ Se-Kota Malang. Selain program-program yang tergabung dalam agenda Dies Natalis HIMMABA, program lain juga hampir sama dengan kepengurusan sebelumnya sepertihalnya Pelatihan eL-OMt, Bimbingan TIR, maupun Bazar dan Penyambutan Wisuda.

15. Mohammad Fahmi Anwar (2015-Sekarang)

GALERI: 15 Ketua HIMMABA Koms. UIN (1999-2015)
Kang Fahmi
Terpilihnya sedulur M. Fahmi Anwar sebagai Pimpinan Tertinggi HIMMABA UIN ke-14 tidak lepas dari kinerjanya yang tergolong postif selama menjadi ketua panitia Dies Natalis HIMMABA dimasa kepengurusan sedulur Dawud. Fahmi resmi menjabat sebagai ketua HIMMABA UIN Periode XV usai mengungguli tiga saingannya dalam Konferensi HIMMABA Komsiariat UIN XV, yaitu Sedulur M. Mahrus Atif, M. Yohdi S, dan Seduluri Aini Sunnia.  Pada masa kepemimpinan sedulur Fahmi iinilah diharapkan mampu mengembalikan budaya HIMMABA sebagai organisasi Alumni Pesantren yang sempat sedikit mengalami kemunduran pada masa-masa sebelumnya.

Sunday, 3 May 2015

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015

Bakti sosial HIMMABA yang dikoordinatori oleh pengurus HIMMABA Pusat Periode 2015 pada pertengahan April 2015 kemarin menyisahkan beberapa goresan, berikut sebagian galeri yang admin persembahkan:

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Pengajian umum oleh Ustadz Dzulfikar Amrullah bersama warga jajang  yang dilaksanakan di Masjid Jajang

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Agenda Shalawat Burdah bersama warga jajang di salah satu Mushollah

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Tim Konsumsi mempersiapkan logistik pengajian umum

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Peserta lomba Fashion Show Se Tingkat TPQ Jajang dalam rangka Baksos HIMMABA

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Opening Ceremony lomba Fashion Show Tingkat TPQ

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Suasana lomba MTQ Tingkat TPQ dalam rangka Baksos HIMMABA

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Pembukaan lomba Adzan Tingkat TPQ Se-Jajang di Masjid Jajang

GALERI: Sorot Bakti Sosial HIMMABA Pusat 2015
Sebagian peserta Bakti sosial HIMMABA bersama Kasun Jajang

Semangat Baru di Milad HIMMABA UM Ke-14

Semangat Baru di Milad HIMMABA UM Ke-14
SIAP TEMPUR: Ketua HIMMABA Pusat melantik kepengurusan terbaru HIMMABA UM
Goresan sejarah kembali dicoretkan oleh HIMMABA, setelah pertengahan April kemarin HIMMABA Pusat berhasil merealisasikan agenda bakti sosial di daerah Malang Selatan, kali ini giliran HIMMABA Komisariat UM yang beraksi. Awal bulan Mei tahun ini menjadi buktii penting dari perjalanan HIMMABA Komisariat UM sejak sistem kepengurusan komisariat diberlakukan di HIMMABA. 

Hari Jum’at (01/05), tepatnya di perpustkaan Masjid UM, terlaksanakanlah agenda besar HIMMABA Komisariat UM. Agenda besar tersebut tidak lain adalah agenda peringatan Hari Lahir HIMMABA Komisariat UM ke-14. Berbeda dengan peringatan-peringatan Milad pada tahun-tahun sebelumnya, pada milad kali ini tergolong istimewa bagi HIMMABA Komisariat UM, mengingat selain merayakan hari jadi ke-14 dalam perayaan tersebut juga bertepatan dengan agenda pelantikan kepengurusan terbaru HIMMABA Komisariat UM untuk masa abdi 2015-2016.

Agenda pelantikan kepengurusan terbaru sekaligus Milad ke-14 tersebut dibuka terlebih dahulu dengan sambutan-sambutan dari Sedulur Ahmad Mufid selaku ketua terpilih HIMMABA Komisariat UM Periode 2015-2016. Dalam  sambutannya, Mufid mengutarakan bahwa terlaksanakannya Milad Ke-14 tahun ini tidak lain karena Team Work yang solid dari semua dulur-dulur HIMMABA UM, oleh karenanya ia berterima kasih sebanyak-banyaknya atas kerja sama, khususnya dari dulur-dulur senior HIMMABA UM.

Selain ketua terpilih, sambutan lain juga datang dari Sedulur M. Ahsanuddin selaku Pembina dari HIMMABA Komisariat UM. Ketua Pertama HIMMABA Pusat (Cabang:Dulu) tersebut berpesan “ Perjuangan di HIMMABA tiada lain merupakan salah satu bentuk pengabdian pada almamater Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas, oleh karenanya bagi kepengurusan terbaru HIMMABA UM agar semakimal mungkin menjaga amanat yang telah dititipkan”

Agenda yang diikuti sekitar 25 orang tersebut dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat singkat oleh Tim Sholawat HIMMABA yang dikomandoi oleh Sedulur Syahrul Munir selaku Mantan ketua HIMMABA Komisariat UM Periode 2012.  Acara ditutup dengan agenda pelantikan kepengurusan HIMMABA Komisariat UM Peiode 2015-2016  yang dilantik langsung oleh Ketua HIMMABA Pusat Periode 2015. 


PENGURUS HIMMABA KOMISARIAT UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PERIODE 2015-2016


PENGURUS HARIAN

Ketua
:
Ahmad Mufid
Sekretaris
:
Siti Imro’atus Sholihah

Bendahara
:
Unsiyatus Safitri



DIVISI
PENGKADERAN
DIVISI
PENDIDIKAN DAN
DAKWAH
1.   Nafilul Azmi (Koord)
2.   Himatul Fauziyah
3.   Lailatus Shoimah
4.   Siti Agustin Hartini

1.Ahmad Chafidut Tamam      (Koord)
2.Alfiyan Arief
3.Ahmad Bukhori
4.Nila Ilyyatuz Zulfa

DIVISI
KESEJAHTERAAN
ANGGOTA

1.Hilfiyatuzziadah (Koord)
2.Qonita Labibah
3.Anna Maratuz Z
4.Fatiya Rahmawati







Saturday, 18 April 2015

HIMMABA Pusat Canangkan Pembaharuan Sejarah HIMMABA

HIMMABA Pusat Canangkan Pembaharuan Sejarah HIMMABA
MUSYTABA III : Sebuah Perjalanan HIMMABA yang belum sempat tercatat sejarahnya
 “JAS MERAH”, itulah ucapan yang sering digalakkan oleh Proklamator Indonesia, Ir Soekarno. Istilah tersebut merupakan kependekan dari salah satu pesan Presiden Pertama Indonesia, “jangan sekali-kali melupakan sejarah” itulah kepanjangannya. Pesan dari Bung Karno diatas tentu akan menimbulkan sebuah pertanyaan dibenak kita, Mengapa sejarah menjadi hal yang urgen bagi suatu bangsa..?”.

Perlu kita ketahui bersama bahwa sejarah memiliki posisi yang vital bagi suatu bangsa atau suatu kelompok, hal ini disebabkan karena kehadiran sejarah mampu menjadi sebuah ilmu tersendiri dalam persiapan meyongsong hari esok. Pengalaman-pengalaman yang telah dialami pada masa-masa lalu itulah yang dapat menarik sebuah hikmah yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan kedepan.

Paparan diatas itulah yang pada akhirnya mendorong pengurus pusat HIMMABA berencana untuk membukukan sejarah HIMMABA yang belum sempat diperbarui. “ Selama ini perjalanan sejarah HIMMABA hanya berkutat antara awal berdirinya HIMMABA ditahun 1983, setelah itu tidak ada cerita yang jelas mengenai perjalanan HIMMABA sendiri. Penulisan lanjutan sejarah HIMMABA sendiri barulah dilanjutkan awal tahun 1999 sejak kepengurusan HIMMABA berubah menjadi sistem-sistem Komisariat di tiap kampus” Papar sekretaris HIMMABA Pusat.

Menanggapi kondisi tersebut, Pengurus HIMMABA Pusat berencana membuat Tim Pembukuan sejarah HIMMABA yang belum sempat dibukukan. Terkait apa yang mendorong HIMMABA Pusat membukukan sejarah HIMMABA, Slow mengungapkan alasannya, “Inspirasi kami membukukan sejarah HIMMABA berasal dari buku Antologi NU yang berisi perjalanan sejarah NU , profil tokoh-tokoh, serta istilah-istilah dalam NU, oleh karena itu kami atas nama pengurus meminta doa pada segenap dulur-dulur agar rencana tersebut terwujud”, papar mantan sekretaris HIMMABA UIN Periode 2013 tersebut. (Rnm/red)