Tuesday, 24 May 2016

FOKUS : 6 Hal hal yang perlu dibahas disistem organisasi HIMMABA ?


NOSTALGIA: KONGRES HIMMABA V
HIMMABA merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di  malang raya yang terbilang eksis, dengan umur 32 tahun (2016) sejak kelahirannya pada 1983 silam HIMMABA senantiasa bermetamorfosis dengan sistem dan program terbaru, mulai perumusan AD/ART sebagai keformalan organisasi, pendirian kepengurusan tingkat komisariat di beberapa Perguruan tinggi, hingga melopori terbentuinya F.ORMABU. Akan tetapi jika ditelusuri lebih dalam tentang sistem organisasi HIMMABA yang diatur  diAD/ADT dan PO/PA, ternyata ada beberapa hal yang belum diatur.secara jelas, dan kedatangan Konferensi Cabang (Kongres:dulu) HIMMABA ditahun ini berpotensi menjadi arena pembahasan hal hal tersebut. Berikut admin paparkan beberapa hal-hal yang kemungkinan perlu dibahas di agenda terbesar HIMMABA tersebut. Simak.

1. Kembali ke istilah Cabang ?

    Kemunculan istilah kepengursusan HIMMABA Pusat pada kongres sebelumnya yang sempat menimbulkan pro dan kontra kemudian berlanjut dengan berdirinya FORMABU sebagai kaki tangan IKABU dalam perkumpulan mahasiswa menjadi alasan tersendiri dibahasnya nama kepengurusan HIMMABA, apakah tetap menjadi organisasi independen dengan memakai istilah HIMMABA Pusat  atau bernostalgia kembali dengan HIMMABA Cabang, kita lihat saja nanti.

2. Posisi Alumni di keanggotaan HIMMABA.

    HIMMABA merupakan salah satu basis alumni pesantren terbesar di Malang Raya bahkan tak jarang para alumninya memegang peranan penting di ruang lingkup masyarakat, sebut saja Drs. Sutiaji (wakil wali kota Malang), Prof. Rof’uddin (Rektor UM), Dr. Zainuddin (Warek Akademik UIN Maliki), dan lain sebagainya. Akan tetapi belum jelasnya status alumni di AD/ADT HIMMABA menjadi tanda Tanya besar keanggotaan alumni di HIMMABA, sejauh ini keanggotaan HIMMABA terdiri dari tiga jenis; Pertama Anggota kehormatan meliputi para masyayikh PPBU dan para Pembina HIMMABA, Kedua Anggota Biasa yang tiada lain merupakan semua alumni PPBU, dan Ketiga anggota istimewa yang hanya berdefinisi setiap orang yang berjasa pada HIMMABA atau orang yang aktif di HIMMABA tapi bukan alumni PPBU.
    Tidak disinggung jelas katerogi alumni di keanggotaan HIMMABA menjadikan pembahasan ini menarik untuk dinantikan.

3. Pengangkatan Pembina.

    Dalam keanggotaan Pembina di HIMMABA termasuk kategori anggota kehormatan, akan tetapi sejauh ini pada AD/ART belum disinggung lebih detail tentang prosedur pemilihan Pembina, siapa saja yang menjadi pembina HIMMABA diberbagai tingkat kepengurusan. Adapun di AD-ART hanya dikatakan bahwa criteria pembina HIMMABA adalah orang yang pernah aktif di HIMMABA dan masih berdomisili di Malang Raya. Apakah pembahasan tentang spesifikasi pembina perlu dibahas ??

4. Cara pengangkatan anggota istimewa

    Sama sepertihalnya pembina, sejauh ini AD/ART HIMMABA belum memuat bagaimana pengangkatan keanggotaan istimewa, sejauh ini AD/ART hanya menyinggung pemahaman istilah anggota istimewa tanpa membahas bagaimana prosedur pengangkatan anggota istimewa. Alhasil hingga sekarang anggota istimewa hanya diartikan secara emosional tanpa legalitas yang jelas. Menarik untuk dibahas kah..? 

5. Sistem HIMMABA online.

    Tak dipungkiri bahwa maraknya globalisasi dengan sarana media sosial menuntut HIMMABA senantiasa harus berkembang, alhasil sejak tahun 2013 mulailah digagas kembali sistem HIMMABA online melalui wensite resmi organisasi dan media sosial lainnya, akan tetapi hingga kongres HIMMABA VIII kemarin belum ada pembahasan terkait sistem HIMMABA online, apakah sistem HIMMABA online dikelola langsung oleh HIMMABA Cabang (Pusat), ataukah merger bersama komisariat, atau justru dikelola tim tersendiri ?. Menarik untuk dikajikah hal tersebut sebagai pengoptimalan sistem online HIMMABA ?

6. Spesifiasi penulisan surat.

    Sejauh ini terkait penulisan surat HIMMABA hanya menyinggung gambaran umum seperti sistematika surat, jenis surat, hingga kategori surat, akan tetapi PO/PA HIMMABA belum menyinggung tentang aturan spesifik tentang penulisan surat sepertihalnya ukuran font dan jenis font yang dipakai, layout surat, hingga jenis kertas yang dipakai untuk print out surat. Perlukah hal ini dikaji..?

(rnm/red)